Uang

ini adalah bagian dari ceramah saya ketika Jaulah, sekedar ide semoga bermanfaat dan menjadi bahan untuk didiskusikan, meski ada Ikhwah yang mengatakannnya Anismismi ( ajaran anis) yang terkesan glamour dan konsumtif… tapi sekali lagi ini adalah sekedar ide…


Bismillah,
Ikhwan dan Akhwat sekalian,

Alhamdulillah kita
dipertemukan oleh Allah dipagi hari ini, walaupun kemarin saya ragu- ragu
apakah saya bias hadir hari ini atau tidak. Istri saya sakit demam berdarah dan
dirawat dirumah sakit hingga hari ini. Alhamdulillah hari ini ada perbaikan
sedikit dan bisa ditinggal. Selain itu, rasanya sudah rindu sama antum semuanya
karena cukup lama tidak kesini. Sebenarnya saya punya rencana kunjungan kesini
pada bulan januari yang lalu dalam rangkaian jaulah ke 13 DPW bersama 13
pengurus Bidang Kaderisasi dan Bidang Pembinaan Wilayah. Rencana itu dibatalkan
karena saat itu sedang musim pesawat jatuh, jadi ada 8 DPW yang kita pending
perjalanannya termasuk ke

kota

Pekan Baru ini.

Ikhwan sekalian.
Pagi ini kita bicara tentang uang. Sudah lama sekali saya mengusulkan bagian
kurikulum di departemen kaderisasi untuk memasukkan pokok bahasan tentang uang.
Gagasan- gagasan itu mulai muncul ketika saya dahulu berada diawal dakwah ini.
Salah satu pekerjaan yang saya lakukan adalah Lajnah Minhaj, di Bidang
Kaderisasi bersama kang Aus. Saat itu, saya ikut menyusun beberapa Materi
Tahmidi H1, H2. Kita memang tidak pernah berfikir untuk menyusun satu materi
tentang uang karena yang ada dibenak kita bahwa bagian- bagian dari tarbiyah
itu adalah tarbiyah ruhiyah, tarbiyah fikriyah dan tarbiyah jasadiyah. Ketika
kita membuat partai, kita menambah sedikit yaitu materi tarbiyah siyasiyah.

Jadi Kalau wasilah
dari tarbiyah ruhiyah itu banyak, ada Lailatul Katibah juga mutaba’ah yaumiyah.
Wasilah tarbiyah fikriyah juga banyak tatsqif dan macam- macam. Tarbiyah
Jasadiyah ada latsar ada mukhoyam. Tarbiyah siyasiyah sudah dengan sendirinya
karena ada wasilah berupa partai. Tapi kita semuanya menghadapi suatu benturan
realita yang disebabkan karena ada missing link dalam system berfikir kita.

Ada satu kosa kata yang
tidak masuk kedalam benak kita padahal itu sangat menentukan masa depan kita
yaitu uang. Jika ada yang bertanya kenapa kita miskin maka jawabannya karena
memang kita tidak belajar masalah uang.

Ikhwan sekalian
Salah satu gejala benturan budaya yang sering kita lihat muncul bersama
munculnya orang- orang setengah kaya baru. Tapi itu tidak disebabkan karena
bibit- bibt kemiskinan itu memang ada dalam diri kita, ada dilingkungan kita,
bahkan ketika kita mulai membuat partai. Padahal kita belum kaya dan memang
belum kaya. Apabila kita memakai standard Kiyosaki, masuk dalam tahap amanpun
belum. Tapi sudah dianggap hanya kayak arena sdikit beda dengan teman- teman
ikhwah yang lain. Kita dianggap kaya karena memiliki mobil padahal mobil itu
kebutuhan pokok dalam fiqih Islam. Kita juga dianggap kaya karena bias bangun
rumah, padahal itu indicator dari garis kemiskinan. Rasulullah mengatakan
“Cukuplah bagi seorang Muslim itu bahwa dia punya sebuah rumah dan seorang
pembantu”. Jadi, rumah itu sama dengan pakaian. Hanya saja, dilingkungan kita,
banyak yang mempunyai anggapan, orang disebut kaya kalau sudah punya rumah.

Ikhwah sekalian
Oleh karena itu, banyak sekali yang bolong dalam tsaqafah kita tentang uang.
Kita bukan hanya salah membuat persepsi- persepsi itu, tetapi juga terkadang
mempunyai kecenderungan anti uang. Kalau istilah Ust Rahmat Abdullah ikhwah itu
sabar menderita tapi tidak sabar melihat orang lain lebih kaya. Makanya mudah
muncul gossip dikalangan orang yang punya sedikit kelonggaran secara financial,
apalagi kalau sebab kelonggaran finansialnya itu karena dia menjadi anggota
dewan. Jadi pada tahun 1999, saya jadi ketua tim khusus. Pada waktu itu sebagai
Sekjen saya tahu persis dimana letak daerah kuatnya PKS kalau saya mau jadi
anggota dewan.

Ketika
itu saya dicalonkan dari

Bandung

,

Jakarta

dan Sulawesi
Selatan atas usul DPW masing- masing. Nah, pilihan tertinggi jatuh pada
Sulawesi Selatan. Waktu itu saya belum mau jadi anggota dewan karena saya belum
punya rumah dan mobil. Saya tidak tidak mau bila nanti ada persepsi bahwa saya
punya mobil dan rumah karena jadi anggota dewan. Oleh karena itu saya pilih
Sulawesi Selatan. Jika saya pilih

Bandung

atau

Jakarta

pasti saya
terpilih jadi anggota dewan pada tahun 1999. pasti saya terpilih jadi anggota
dewan pada tahun 1999.
Saya mengerti persepsi- persepsi, gossip dan fitnah tentang harta dikalangan
kita itu banyak disebabkan tsaqafah yang bolong tentang uang. Jadi, kita bukan
hanya tidak berbakat jadi kaya tapi juga tidak senang dengan orang kaya dan
cenderung anti kekayaan.

Kapan saatnya kita
mulai mengalami benturan keuangan. Yang pertama setelah kita punya anak. Dahulu
waktu saya kuliah, kita dimotivasi untuk cepat menikah oleh para murabbi kita,
dengan satu alasan kemaksiatan sudah merajalela disekitar kita, daripada kita
berzina lebih baik kita menikah. Kalau kita berargumen lagi bahwa kita belum
ada pekerjaan karena kita masih kuliah, jawabannya adalah: tawakkal ‘alallah,
innallaha Ghoniy, selurh alasan- alasan aqidah dikerahkan untuk mendorong kita
nikah.

Sebagian besar
angkatan saya menikah ditahun pertama waktu kuliah. Saat itu saya belum
menikah. Ditahun kedua lebih lebih banyak lagi yang menikah, saya belum
menikah. Ditahunketiga lebihbanyak lagi yang menikah. Saya termasuk yang telat
menikah pada waktu itu.

Tapi kemudian kita
menemukan fakta bahwa ikhwah-ikhwah yang menikah semasa kuliah itu sebagian
besar angka pelajarannya jeblok karena disibukkan dengan dakwah juga harus
mencari ma’isyah. Saya menikah ditahun keempat setelah angka saya stabil karena
naik satu point lagi. Dosen saya sampai mengatakan, kalau kamu ambil Master,
menikah satu kali lagi.

ada ikhwah yang mengatakan kepada saya, Masya Allah, Antum ini merencanakan sesuatu
dengan detail. Saya bilang antum punya semangat tapi tidak punya rencana bagus.

Jadi kita semua
mulai mengenal uang dan mempunyai persepsi bahwa uang itu perlu ketika anak
kita menangis. Ketika saya datang ke calon mertua –saat itu beliau anggota DPR
dan sudah 17 tahun menjadi petinggi Golkar- untuk melamar, dia bertanya kepada
saya: “Anak saya mau dikasih makan apa?” Saya bilang mungkin saya tidak share
dirumah bapak tapi Insya Allah tidak makan batu. Kemudian dia bertanya lagi,
“Pendapatan kamu berapa?” Saya jawab, saya ada beasiswa 200 ribu perbulan.
“Selain itu apa lagi?” Saya bilang tidak ada. “Masih kuliah”. Tapi waktu itu
istri saya mengancam, kalau tidak kawin dengan saya, dia tidak mau kawin lagi.
Akhirnya kita menikah juga. Jadi kita ini ikhwah learning by accident. Belajar
dari benturan.

Ikhwah sekalian
Rasanya saya sendiri sebenarnya tadinya tidak pernah tertarik mengenal uang
lebih jauh. Karena 6 tahun saya di Pesantren juga tidak pernah belajar uang.
Lima tahun setengah kuliah di LPIA Fakultas Syari’ah juga tidak pernah belajar uang
kecuali 1 bab dalam pelajaran Fiqh yaitu kitab zakat, itupun dalam orientasi
Amil Zakat, tidak ada orientasi menjadi muzakki. Saya mulai tertarik dengan
uang setelah mengalami benturan diawal tadi saya ungkapkan, juga benturan
ketika saya di Sekjen. Setelah jadi Sekjen itulah saya mulai menilai ada suatu
masalah besar yang akan kita hadapi kalau masalah- masalah ini tidak selesai.
Sejak itulah saya mempelajari hal ini. Sebelumnya meskipun saya mengajar
Ekonomi Islam di UI, banyak belajar dan membaca masalah- masalah ekonomi, juga
banyak membaca buku- buku bisnis dan bergaul dengan orang- orang bisnis, saya
belum seberapa tertarik secara langsung dan punya perhatian secara khusus
terhadap masalah uang. Ketertarikan itu mulai muncul setelah mengalami benturan
betapa sulitnya kita mendanai aktifitas kita setelah kita terjun di
perpolitikan ini.

Ikhwah sekalian
Saya ingin bicara 3 point supaya kita lebih terarah dalam soal uang.
Pertama, Mengapa Islam menyuruhkita kaya
Kedua, Mencari penjelasan tentang mengapa kita miskin
Ketiga, Bagaimana kita mulai merekonstruksi kehidupan financial kita.
Ibnu Abid Duni menjelaskan beberapa alasan tentang mengapa kita semua
diperintahkan menjadi kaya dalam Islam itu. Alasan Pertama, karena harta itu
tulang punggung kehidupan. Makanya orang kalau punya harta punggungnya rada
bungkuk sedikit. Antum lihat orang-orang Amerika kalau datang ke sini
tegap-tegap semua kan ,
karena punya duit. Pejabat-pejabat keuangan kita kumpul di CGI tunduk-tunduk
semua, karena mau pinjam duit. Allah mengatakan “Janganlah kamu berikan harta-
harta kamu kepada orang-orang bodoh (orang-orang yang tidak sehat akalnya)
yaitu harta harta yang telah Allah jadikan kamu sebagai yang membuat punggung
tegap”. Jadi Hidup kita tidak normal begitu kita tidak punya uang. Kita pasti
punya banyak masalah begitu kita tidak punya uang.

Alasan kedua,
peredaran uang itu adalah indicator keshalehan atau keburukan masyarakat.
Apabila uang itu beredar lebih banyak ditangan orang- orang jahat maka itu
indikasi bahwa masyarakat itu rusak. Apabila uang itu beredar di tangan orang-
orang shaleh maka itu indikasi bahwa masyarakat itu sehat.
Masyarakat

Indonesia

ini rusak salah satu indikasinya karena karena orang- orang shalehnya sebagian
besar adalah para fuqara wa masakin. Ahlul Masjid dinegeri ini terdiri atas
fuqara wa masakin. Bahkan sebagian besar orang mungkin mengunjungi masjid bukan
karena benar- benar ingin ke Masjid, melainkan karena tidak punya tempat untuk
dipakai mengaktualisasikan diri. Antum lihat orang- orang tua yang dating
kemasjid biasanya orang yang kalah dalam pergulatan social. Kalau dia tentara,
biasa setelah pension baru dia ke masjid. Kalau dia pedagang biasanya setelah
dia bangkrut baru dia ke masjid.

Rasulullah SAW
mengatakan “ Sebaik- baik uang itu adalah uang yang beredar diantara orang-
orang shaleh”’ Jad Apabila kita yang ada disini tidak mengendalikan uang yang
ada di Riau, itu adalah tanda- tanda yang tidak bagus. Kenapa? karena kalau
uang itu berada ditangan orang- orang shaleh maka uang itu akan mengalir di
saluran- saluran yang baik. Kalau ibu- ibu disini dibagikan 1 Milyar kira- kira
uang itu akan diapakan. Buat daftar belanjanya. Antum bias lihat semuanya itu
belanja kebaikan. Pertama, pasti akan dipakai untuk potongan partai. Coba lihat
anggota DPR, begitu jadi anggota dewan yang pertama potongan buat partai.

Waktu itu ada
teman dari Golkar dan PPP, “Itu dana konstituen diapakan?” Kita jawab itu tidak
lewat kita, melainkan langsung ke Dapil (Daerah Pemilihan). Uang yang masuk
ketangan orang shaleh pasti mengalirnya di kebaikan juga. “Kalau gajinya berapa
dipotong? Kalau di Golkar Cuma 2,5 juta per bulan dipotong”. Kalau di PKS itu
bias 50 sampai 60 % dipotong. Jadi antum lihatdaftar belanjanya orang shaleh.
Kedua, untuk rihlah, kemungkinan itu pergi umrah atau menghajikan keluarga atau
naik haji sendiri.

Bapak- bapaknya
pun kalau punya uang 1 Milyar, tidak jauh- jauh dari situ juga; infak buat
partai, menyenangkan keluarga, dan operasional pribadi untuk dakwah pribadinya
juga. Semuanya di jalur kebaikan. Bila ada kenikmatan, tidak mungkin dia pergi
judi. Tidak mungkin juga dia pergi ke tempat prostitusi, paling- paling dia
cari jalur halal.

Tapi coba
sebaliknya, kalau uang itu beredar ditangan orang jahat, larinya juga pada
kejahatan. Salah seorang saudara saya cerita, waktu itu ada seorang kaya sangat
kaya di daerah

Indonesia

.
Orangnya masih hidup sekarang. Dia punya private jet. Saking kayanya, dia suka
main judi ke

London

.
Pesawat private jet itu jenis Boeing. Jadi kalau pergi dia membawa rombongan,
biasanya dia parker disana 1 minggu atau 2 minggu. Itu kalau parker,

kan

bayar. Selama dia
main judi, dia persilahkan teman- temannya yang ingin pakai pesawatnya, seperti
layaknya meminjamkan mobil. Sekali main, biasanya bias rugi samapai 5 juta dollar,
meskipun kadang- kadang untung 8 juta dollar. Sekali waktu mereka main kesana,
sudah beberapa hari kangen dengan Nasi Padang. Dia bilang ke Pilotnya tolong ke

Singapore

beli Nasi

Padang

terus balik lagi ke

London

. Begitulah cara mereka mengunakan uang.

Kalaupun orang
kaya itu muslim, tidak berjudi, tapi dia tidak punya visi dakwah, dan dia tidak
punya visi dakwah, dan tidak hidup untuk satu misi besar dalam hidupnya, dia
pasti akan menggunakan uangnya untuk kesenangan pribadi, seperti perhiasan dan
seterusnya. Saya punya kawan, kalau dia pakai seluruh perhiasannya kira- kira
sekitar 2 juta dollar di badannya, cincinnya 1 juta dollar. Mobilnya ½ juta
dollar, jam tangannya bias sampai 2 milyar. Adalagi temannya kira- kira punya
200-an jam tangan. Sebuah jam tangan itu harganya kira- kira 2 milyar.

Lebih buruk lagi,
kadang- kadang orang kaya yang tidak baik memakai uangnya untuk memerangi
kebeikan. Itulah yang terjadi ketika orang- orang Yahudi memegang kendali
keuangan dunia. Maka dari itu menjadi kaya itu bagi kita adalah satu keharusan,
untuk mengembalikan keseimbangan social, kehidupan ditengah- tengah kita.

Ketiga, terlalu
banyak perintah syariah yang hanya bisa dilaksanakan dengan uang. Antum lihat 5
rukun Islam, Syahadat tidak pakai uang, sholat tidak pakai uang, puasa tidak
pakai uang tapi zakat dan haji pakai uang. Kalau 200 ribu orang umat Islam

Indonesia

tiap tahun pergi haji. Rata- rata mengeluarkan 5000 dollar, coba antum kalikan
berapa banyak uang yang beredar untuk melaksanakan satu ibadah. Belum lagi
Jihad. Jadi kita tidak bias berjihad kecuali dengan uang. Misalnya kita di

Indonesia

sekarang mau pergi ke Palestina untuk pergi berperang, tenaga kita tidak
diperlukan karena tenaga sudah cukup dengan ada yang disana. Rasul Mengatakan
“Siapa yang menyiapkan seorang bertempur maka dia juga dapat pahala perang”.

Jadi banyak sekali
perintah- perintah Islam yang memerlukan uang. Waktu Rasulullah SAW hijrah ke
Madinah, diantara hadits- hadits pertama yang beliau smapaikan pada waktu itu
adalah Afsussalam wa ath’imu tho’am. Jadi mentraktir itu tradisi nabawiyah.
Sering- seringlah mentraktir karena itu perintah Nabi, dan ini turunnya di
Madinah pada saat menjelang mihwar daulah. Kira- kira di jaman kita inilah, di
mihwar dakwah sekarang. Washilul arham dan sambung dhilaturrahim. Antum akan
melihat nanti di akhir penjelasan saya nanti bahwa cirri- cirri orang maju itu
salah satunya adalah kalau belanjanya dalam 3 hal lebih besar daripada belanja
kebutuhan lauk- pauknya, salah satunya belanja komunikasi. Jadi kalau biaya
pulsa kita lebih tinggi itu indicator yang baik. Itu artinya silahturrahim kita
jalan. Jangan missed call, suruh orang telpon balik.

Keempat, Karena
harta itu adalah hal- hal yang dibanggakan oleh manusia sehingga menentukan
strata social. Antum akan lebih berwibawa dan didengar orang kalau punya uang.
Apabila tidak punya uang, biasanya kita juga biasanya jarang didengar oleh
orang. Misalnya dalam keluarga. Antum bersaudara ada 7 orang. Kalau kontribusi
financial antum dalam keluarga itu tidak banyak dan bila antum satu- satunya
da’I dalam keluarga, dakwah antum juga kurang didengar oleh keluarga. Karena
disamping ingin mendengarkan nasihat yang baik orang juga ingin mendapatkan
uang yang banyak. Hadiah- hadiah pada hari lebaran, infaq- infaq dan seterusnya
dan itu biasanya melancarkan dakwah kita.

Saya hadir pada
suatu waktu di sidang Ikatan anggota Parlemen Negara- Negara OKI. Setiap kali
ada waktu bertanya yang paling pertama diberi kesempatan bertanya itu utusan
dari Arab Saudi, sedangkan utusan dari Negara miskin seperti Maroko atau
Tunisia biasanya tidak dapat giliran, kalau bukan sendiri yang angkat tangan.
Masalah harta ternyat juga berpengaruh pada hal- hal seperti itu.

 

Pada tahun 1994
saya ke Jerman. Dua tahun baru selesai kuliah, disana saya bertemu dengan salah
seorang ikhwah pengusaha yang punya beberapa supermarket disana. Dia datang
menemui saya memakai Mercy. Saya protes kepada dia dengan semangat dakwah dan
jihad, antum itu tega pakai Mercy, saudara-saudara antum di Palestina disana
masih berjuang, antum hidup di Jerman ini pakai Mercy bagaimana ceritanya. Dia
bilang nanti saya jelaskan, antum ikut saya saja dulu. Saya diajak keliling
supermarketnya dulu. Orang itu memang kaya. Sudah keliling dia bilang, di
Jerman ini kalau kau ingin ketemu seorang direktur, begitu kamu parkir mobil
nanti direktur itu suruh sekretarisnya tengok dia itu pakai mobil apa. Jika kau
tidak pakai Mercy nanti sekretarisnya bilang Direktur sedang tidak ada. Kalau
kau pakai Mercy kau disambut baik-baik oleh mereka. Mercy ini wajib disini.

Itu hal- hal yang
dibangga-banggakan oleh manusia. Dan itu berkali- kali disebutkan dalam
Al-Qur’an. Oleh karena itu sebagai Muslim saya ingin didengarkan orang, apalagi
kita sebagai da’I kita perlu punya wibawa didepan orang. Sebagian dari wibawa
itu juga dibentuk oleh kondisi financial kita.

Ulama- ulama kita
juga meriwayatkan bahwa ternyata diantara hal- hal yang disenangi oleh wanita
kepada laki- laki salah satunya adalah uangnya. Perempuan itu katanya
menyenangi pada laki- laki kalau dia lebih pintar daripada si perempuan, kalau
dia lebih kaya daripada perempuan, lebih kuat daripada perempuan. Dan
kepemimpinan itu

kan

diberikan kepada laki- laki salah satu sebabnya karena kewajiban memberikan
nafkah itu. Kalau kita ingin berwibawa didepan istri tolong kewajibannya
ditunaikan dengan sempurna. Itu akan menaikkan wibawa kita didepan istri.
Seorang istri itu tidak hanya membutuhkan seorang suami yang romantis tapi juga
seorang suami yang romantis dan realistis.

Ada

seorang akhwat berkata kepada saya, saya
sebenarnya tidak materialistis tapi masalahnya kita realistis karena kita tidak
bias hidup tanpa materi. Dan kalau materi kita sedikit maka hidup kita juga
tidak akan nyaman. Sedikit banyak itu juga penting.

Kelima, harta itu salah
satu sebab yang dapat membuat orang itu bisa bahagia didunia. Jangan lagi
pernah bilang “biar miskin asal bahagia”. Sekarang perlu kita balik, “biar kaya
asal bahagia”.

Saya ingat guru
saya waktu SD selalu mencari kamuflase, bahwa walaupun kita miskin tetap bias
bahagia. Memang bias, tapi susah. Adalagi yang bilang “uang tidak bias membeli
cinta”. Memang tidak bias, tapi kalu kita jatuh cinta dan punya uang itu lebih
enak. Rasulullah SAW realistis sekali ketika dia mengatakan bahwa diantara yang
membuat orang itu bahagia adalah: Pertama, Istri yang sholehah, kedua, rumah
yang luas, dalam hadits lain disebutkan kamar- kamar yang banyak. Menurut
Syeikh Qordlowy yang disebut kamar- kamar itu minimal enam kamar. Satu buah
kamar untuk suami istri, sebuah kamar unruk anak laki- laki, sebuah kamar untuk
anak perempuan, sebuah untuk pembantu, dua buah kamar lainnya untuk kerabat
suami dan istri yang dating menginap di rumah. Itu 6 kamar tidak termasuk
dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, perpustakaan keluarga dan
musholla. Kelanjutan dari hadits tiu, dan kendaraan yang nyaman.

Antum perhatikan
Rasulullah mengatakan rumah dan kendaraan. Rumah itu adalah indicator
stabilitas dan kendaraan itu adalah indicator mobilitas. Rasulullah mengatakan
kendaraan yang nyaman bukan sekedar kendaraan. Naik angkot itu kendaraan tapi
belum tentu nyaman, tapi kalau ada sedan yang empuk sehingga kita bisa rehat,
itu lebih bagus. Pulang mengisi Liqa’, kalau kendaraanya nyaman

kan

sedikit mengurangi
kelelahan. Itu juga perlu garasi. Jika suaminya pengurus DPW, istrinya pengurus
DPW, maka masing- masing perlu kendaraan juga. Kalau anaknya 7 siapa yang
anatar anaknya sekolah, jadi minimal perlu 3 mobil.

Waktu saya tidak
punya mobil, saya punya motor. Anak saya sekolah di al- Hikmah, jadi kalau
pulang diantar sama keponakan saya, anak saya diikat, takut kalau tidur
sewaktu- waktu bias jatuh dari motor. Saya bilang saya dosa kalau anak saya
sampai meninggal, akhirnya saya menelepon teman saya, “tolong sediakan mobil
untuk saya”. Itulah pertama kali saya punya mobil. Dosa kita, kasihan anak itu
jatuh dari motor. Setengah mati kita pupuk- pupuk, kita lahirkan dengan baik,
tapi mati karena kecelakaan begitu.

Kalau suaminya
pengurus DPW dan istrinya aktif di salimah atau di Pos

Wanita Keadilan

,

kan

perlu mobilitas juga. Masa suaminya pergi pakai mobil, sedangkan istrinya pergi
rapat kemana- mana sambil gendong anak. Dia sudah hamil 9 bulan, merawat anak,
malam tidak tidur. Kita zhalim juga terhadap istri kalau kita tidak memberikan
hal- hal yang membuat dia nyaman dalam kehidupan. Untungnya waktu kita menikah
dulu banyak akhwat kita yang tidak tahu hadits ini. Padahal dalam banyak
pendapat di berbagai madzhab misalnya di madzbhab Imam Syafi’I, apalagi Imam
Malik, kewajiban wanita itu yang sebenarnya hanya melayani suami dan mendidik
anak, sedangkan pekerjaan rumah tangga, mencuci dan seterusnya itu tidak
termasuk dalam kewajiban wanita.

Qiyadah- qiyadah
akhwat mengikuti daurah tingkat nasional kemarin di Jakarta. Coba bayangkan
akhwat- akhwat kita sebagian besar sarjana. Waktu kuliah dia direkrut

kan

salah satu alasannya
karena dia anshirut taqyir dan otaknya brilian. Banyak akhwat kita Indeks
Prestasinya 4,1 begitu 10 tahun menikah, dia sudah tidak nyambung lagi dengan
suaminya kalau bicara, karena dia mengalami stagnasi intelektual. Tiba- tiba
dia mengerjakan semua semua pekerjaan pembantu rumah tangga, dia melahirkan
juga, melayani suami juga, memasak juga, mencuci juga, dan kadang- kadang kita
terbawa oleh romantika perjuangan, rasnya heroic melihat istri mencuci, suami
pulang dakwah dalam keadaan lelah, istri dirumah mencuci, mengepel lantai.
Sepuluh tahun kemudian kita dielus- elus oleh istri, kita piker sedang dipijit,
padahal hanya dielus- elus karena tangannya dipakai untuk mencuci, jadi
tangannya sudah bukan tangan ratu. Sementara suami pegang pulpen, pegang kertas
karena sibuk mengisi halaqah, sedangkan pekerjaan yang kasar- kasar dikerjakan
oleh istri. Sudah saatnya pekerjaan- pekrjaan begitu kita delegasikan kepada
mesin. Jangan buang waktu di dapur, di tempat mencuci. Delegasikan kepada
mesin. Kita ini orang- orang pilihan dari umat kita. Berapa banyak orang yang
sarjana di negeri ini, sedikit. Makanya kalau capres syaratnya S-1 calonnya
juga nanti sedikit. Saya tidak setuju kalau capres itu syaratnya S1, tamat SD
pun bisalah. Sebagian besar orang ikut. Jadi yang bias merasakan pendidikan
tinggi itu barang elit di negeri ini.

Jadi kalau akhwat
kita yang sarjana itu setelah menikah disuruh jadi pembantu rumah tangga atas
nama kesetiaan, ketaatan, cinta dan sejenisnya maka kita telah berbuat zalim
terhadap SDM kita sendiri. Mungkin akhwat kita itu sabar- sabar, dia menerima
keadaan. Tetapi walaupun dia menerima keadaan kita kehilangan potensi, kita
kehilangan umur- umur terbaik.

Sebenarnya kalau
dipacu untuk dakwah, untuk kepentingan lebih besar, lebih strategis, faedah
yang didapat pun akan jauh lebih besar. Waktu kita ini tidak akan cukup
mengerjakan hal- hal tersebut, maka belilah waktu orang lain. Hitung- hitung
kalau beli tenaga pembantu kita buka lapangan kerja, kita bukan hanya
mendelegasikan pekerjaan kita juga buka pekerjaan bagi orang lain.

Kira- kira itulah
5 alasan mengapa kita perlu kaya. Memang, walaupun kita miskin kita masih bisa
bahagia, tapi itu jauh lebih susah. Bahkan terkadang kekayaan itu lebih
mendekatkan orang kepada Allah SWT dibanding kemiskinan. Makanya Rasul
mengatakan tentang minum susu, makan habbatussauda’, madu. Coba kalau antum,
misalnya, tidur diatas kasur yang empuk dalam ruangan ber-AC, tidur 2 jam itu
bias sangat nyenyak. Apalagi minum susu hangat sebelum tidur. Bangun pagi minum
madu campur habbatussauda’.

Saya kira kita
perlu memperbaiki dan melihat kembali pemahaman keagamaan seperti ini secara
benar. Sehingga kita jangan menganggap kemewahan itu justru melelehkan orang
tapi bikin nyaman. Inilah 5 alasan mengapa kita harus kaya.

Sekarang saya
ingin lebih jauh menembus kembali mengapa kita miskin selama ini. Sebabnya kita
miskin adalah: Pertama, karena kita memiliki pemahaman agama yang salah. Salah
satunya 5 alasan tadi tidak beredar dikalangan kita. Sekarang coba kita tonton
acara TV, nonton acara ceramah subuh di televisi. Kita akan lihat sebagian
besar ceramah- ceramah televisi itu menyuruh orang- orang miskin itu semakin
miskin atas nama kesabaran. Bahakan ada perang terhadap materialisme, karena
kita harus zuhud sekarang. Pemahaman tentang kezuhudan itu salah satu pemahaman
yang paling banyak merusak kita. Karena kita tidak tahu bedanya orang zuhud
dengan orang miskin.

Imam Ghazali
mengatakan orang zuhud itu adalah orang yang punya dunia lalu meninggalkannya
dengan sadar. Orang miskin itu adalah orang yang ditinggal dunia. Kalau ada
orang miskin tidak dapat makan lalu puasa senin-kamis itu bukan orang zuhud.
Itu orang miskin yang berusaha memaksimalisasi kondisi keterbatasannya agar
tetap dapat pahala. Daripada tidak makan dan tidak dapat pahala lebih bagus
tidak makan dapat pahala. Orang zuhud itu orang pasca dunia kalau orang miskin
itu orang pra dunia. Kita lihat Rasulullah SAW itu sudah kaya raya sebelum jadi
Nabi.

Kemiskinan
Rasulullah yang kita baca di hadits- hadits itu adalah kemiskinan atas pilihan.
Itu adalah pilihannya karena dia punya misi yang jauh lebih besar, yakni: yang
begini itu dia tidak perlu lagi, sudah selesai. Bahkan Rasulullah mengatakan
semua nabi- nabi itu sebagian besarnya kaya. Tidak ada lagi nabi yang diutus
setelah nabi Syu’aib melainkan pasti dia berasal  dar keluarga kaya dari kaumnya.

Rasulullah itu
mengenal uang waktu umurnya 8 tahun, dia mulai kerja dan mendapatkan gaji.
Pekerjaan pertamanya mengembala kambing. Umur 12 tahun dia sudah pulang pergi
luar negeri ikut dalam bisnis keluarga. Umur 15 sampai 19 tahun ikut dalam
perang sehingga punya pengalaman militer. Umur 20 tahun Rasul sudah jadi
pengusaha investornya adalah Khadijah. Watu umur 25 tahundia nikah dengan
investornya. Berapa maharnya? Seratus ekor unta. Berapa harga seekor unta
sekarang? Jauh lebih mahal dari 1 ekor sapi. Kira- kira 10 juta 1 ekor unta
jadi totalnya 1 Milyar. Anak muda 25 tahun punya uang cash 1 Milyar. Itu
maharnya tapi yang disimpan itu masih ada.

Walaupun
Rasulullah SAW setelah menjadi Nabi mengatakan sebaik- baik wanita adalah
wanita yang cantik dan mahar yang murah, itu sebagai system tapi tradisi
jahiliyah itu status. Oleh karena itu, waktu pamannya yang bernama Abu Thalib
menyampaikan khutbah nikahnya sebagai sambutan keluarga pada pernikahan
Rasulullah SAW, beliau mengatakan sesungguhnya orang Quuraisy tahu bahwa
Muhammad salah seorang pemudanya yang terbaik, yang paling terhormat. Layaklah
dia nikah dengan khadijah karena maharnya tersebut. Pemuda 25 tahun punya uang
1 Milyar, sedangkan kita 25 tahun baru selesai Perguruan Tinggi dan karya
terbesar kita adalah menulis lamaran kerja. Ini pemahaman keagamaan yang
beredar dikalangan kita yang membuat kita ini miskin.

Itu sebabnya di
Zaman penjajahan dahulu para penjajah itu dengan sengaja menghidupkan kelompok-
kelompok sufi ditengah masyarakat. Paham sufiyah dihidupkan supaya orang- orang
miskin itu tidak pernah bermimpi menjadi kaya dan merasa benar bahwa dia
miskin. Maka langkah pertama menuju kekayaan adalah perbaiki dulu pemahaman
keagamaan kita.

Saya dahulu
sekolah di pesantren 6 tahun, tempatnya dulu itu di hutan, bahkan tidak ada
mobil lewat disana, kalau kita inginmendapatkan kendaraan umum kita harus jalan
3 km terlebih dahulu. Pada suatu hari ada badai dating dan menerbangkan seluruh
atap gedung, masjid, dan seluruh benda yang ada disitu. Semuanya mudah
diterbangkan karena bangunan yang ada adalah bangunan murah semuanya. Tiap hari
kita makan hanya nasi dan kecap selama 6 tahun. Setiap kali kita makan, guru
saya selalu bilang ini nasi akan membuat kamu besar. Cuma butuh waktu. Karena
itu fisik saya kecil karena pada masa pertumbuhan kita tidak mendapatkan gizi
yang baik dengan alasan latihan, sabar, perjuangan.

Waktu itu saya
bilang ini sekolah sengaja disimpan jauh dari

kota

karena

kota

itu
neraka, disini kita hidupdengan cara yang benar. Waktu itu saya mau ke

Jakarta

untuk kuliah, saya minta guru saya istikharah buat
saya, satu bulan kemudian saya datang dan dia mengajurkan kepada saya untuk
kuliah di

Jakarta

saja di LPIA, karena LPIA itu selingkar syurga yang dikelilingi oleh neraka.
Itulah pemahaman keagamaan yang kita warisi.

Waktu saya kuliah
di LPIA juga belajar syariah namun tetap tidak ada yang mengajarkan kita
pemahaman keagamaan yang benar tentang kekayaan.

Kedua, karena kita
tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang tidak mengajarkan kita dasar- dasar
yang benar untuk menegakkan kehidupan. Lihat kurikulum yang kita pelajari.
Tidak satupun yang kita pelajari di sekolah itu benar- benar kita pakai dalam
kehidupan real kita. Sekarang belajar bahasa Inggris sejak kelas 4 SD sampai
Perguruan Tinggi. Tahun pertama itu 10 tahun, tetapi TOEFL kita tidak bagus-
bagus. Padahal bahasa itu adalah sarana komunikasi yang seharusnya menjadi
basic. Begitu juga tentang uang. Kita tidak pernah sama sekali belajar
disekolah tentang uang. Saya dulu belajar hitung dagang di sekolah tapi itu
pelajaran yang paling kita tidak suka.

Jadi lingkungan pendidikan
kita juga seperti itu. Setelah kita tarbiyah pun hal- hal seperti itu belum
diajarkan. Mungkin karena satu hikmah ataupun lainnya yang tidak kita ketahui.
Tetapi kalau kita membaca literature yang ditulis oleh Imam Hasan Al- Banna,
sebenarnya perhatian kearah ekonomi itu justru malah lebih besar dari awalnya.
Bahkan muncul gagasan ekonomi Islam itu adalah anjuran dari beliau. Salah satu
rintisan dari beliau untuk memperbaiki kehidupan ekonomi ummat Islam. Oleh
karena itu saya menganjurkan kepada ikhwah di kaderisasi untuk segera membuat
materi tatsqif tentang uang, karena itu perlu.

Ketiga, karena
kita ini memiliki ciri- ciri orang miskin dalam kepribadian. Ciri orang miskin:

Pertama, orang
miskin itu tidak pernah bermimpi jadi orang kaya. Kalau kit abaca buku the
millionaire mind (pemikiran milioner), di dalam buku tersebut disebutkan fakta
bahwa di kalangan orang miskin itu berkembang ide- ide yang membuat mereka itu
miskin. Salah satunya karena memang mereka tidak punya mimpi jadi orang kaya. Waktu
sekolah saya pernah ikut kursus keterampilan membuat sepatu, jadi saya bisa
membuat sepatu. Karena kita mindsetnya disiapkan untuk menjadi buruh, kalau
tidak bisa menjadi guru bahasa Arab akhirnya menjadi tukang sepatu. Kita lihat
rintisannya. Jadi kita tidak pernah punya mimpi untuk menjadi kaya. Contohnya,
kalau kita lihat orang pakai mobil Mercy, tidak pernah terpikir oleh kita kalau
kita juga ingin punya mobil Mercy. Yang terpikir oleh kita adalah tega-teganya
orang ini pakai Mercy.

Pertama kali Ketua
Majelis Syuro membangun rumah, banyak sekali ikhwah yang protes. Saya bilang
kenapa kalian protes. Dia pinjam uang antum. Saya datang ke rumahnya, Masya
Allah rumahnya bagus. Ya Allah berikanlah saya model rumah yang seperti ini.
Kalau kita melihat mobil bagus, rumah bagus, hinggap sebentar di mobil itu,
sapu baik- baik lalu berdo’alah.

Ketika tinggal di
rumah mertua, saya bisa tinggal di tempat yang luasnya beberapa ribu meter.
Cuma saya bilang, saya tidak ingin didominasi oleh mertua. Jadi setelah menikah
saya bilang saya mau keluar dari rumah ini. Kata mertua saya, “Kamu mau tinggal
dimana?” Itu urusan saya, satu tahun saya sudah tinggal di sini. Saya keluar.
Lalu saya kontrak rumah. Rumah saya itu mirip kandang ayam, triplek- triplek
saja.

Ada

3
petak rumah, kalau kita bersin disini akan terdengar oleh semua tetangga.
Lantainya sebagian itu berupa tanah dan saya pun tidak punya kasur. Saya punya
kasur setelah anak ke-3 saya lahir. Istri saya kalau sudah hari Sabtu atau
Minggu mengajak pulang. Saya tahu dia ingin balik kesana. Tapi kita belajar
menata hidup kita sendiri, tidak tergantung dari orang.

Setiap hari saya
lewat di depan sebuah rumah besar halamannya luas. Kalau saya lewat rumah itu
saya berjalan pelan- pelan sambil menunggu bis dari Al- Manar. Saya melewati
rumah itu yang terletak di pojok halaman yang luas dan ada banyak pohon-
pohonan. Saya usap itu temboknya. Alhamdulillah rumah itu menjadi rumah saya.
Apabila saudara antum punya mobil, antum jangan marah padanya. Jangan Tanya
uangnya dari mana. Jangan Tanya seperti itu. Antum pegang mobilnya, usap- usap
mobilnya.

Sekarang kalau
saya mau ke DPP tiap hari lewat Menteng, lewati rumah yang bagus- bagus, disitu
juga ada masjid yang besar bernama Sunda Kelapa. Saya suka berdo’a juga disitu.
Ya Allah, saya ingin tinggal disamping masjid ini, bagaimana caranya atur ya
Allah. Syurga aja kita pinta, apalagi rumah. Suatu waktu saya pernah naik
private jet punya Abu Rizal Bakrie waktu itu jauh sebelum era partai karena
saya suka ceramah dirumahnya. Kita pergi naik private jet nya. Enak juga naik
private jet. Saya berdo’a juga disitu. Saya juga ingin yang seperti ini karena
enak. Syurga aja kita pinta apalagi seperti ini.

Kemarin Muraqib
’Am ditanya oleh kader. Kadernya protes, “Ustadz Hilmi anggota dewannya sudah
mulai pada borju semuanya. Di jawab oleh ustadz Hilmi mereka tidak borju cuna
menyesuaikan penampilan dengan lingkungan pergaulannya. Jadi kalau ikhwah pada
kaya- kaya saya juga bahagia. Saya paling senang kalau ada ikhwah yang punya
private jet, perlu didorong itu. Jadi kita tidak perlu belanja tiket lagi kalau
ingin ke Riau. Tidak terikat dengan jadwal penerbangan regular. Dan saya Tanya
harga private jet itu, setidak-tidaknya kita sudah tahu harga private jet itu.

Sewaktu-waktu saya
naik mobil Land Cruiser punya teman saya, mobil saya Kijang. Saya bilang
mobilmu lebih enak dari mobil saya. Dia bilang kenapa. Saya bilang saya pikir
mobil saya itu lebih enak dimuka bumi, ternyata mobil bapak lebih enak. Memang
mobil kamu apa, saya jawab Kijang. Dia bilang, “Oh itu mobil masa lalu saya”.

Ikhwah sekalian.

Karakter orang
miskin itu harus kita hilangkan, itu sebabnya kita miskin. Karena tidak punya
mimpi menjadi orang kaya.

Kedua, kita ini
umumnya tidak ulet. Senang difasilitasi. Dan, ada karakter yang buruk di
Melayu, pada umumnya senang diberi hadiah daripada memberi hadiah. Bahagia dan
bangga kalau ditraktir makan daripada kalau mentraktir makan. Kalau kita ingin
menjelaskan orang Cina lebih kaya dibanding kita di negeri ini, karena dia
lebih rajin bekerja.

Saya pernah
mengisi pelatihan di Telkom, saya suruh tulis mimpi-mimpi mereka semua. Saya
kasih kertas besar, mereka menulis dan menggambar. Hampir semua mereka membuat
gambar yang sama. Sebuah rumah disampingnya ada sawah-sawah, disampingnya ada
masjid, kemudian ada pesawat terbang dan ada ka’bah. Saya suruh menjelaskan.
Dia bilang nanti saya berharap insya Allah sudah naik haji sebelum pensiun,
setelah pensiun nanti saya punya rumah di desa di sampingnya ada sawah- sawah,
disampingnya lagi ada masjid. Jadi dia Ibadah kerjanya. Saya bilang bapak
pensiun umur berapa. Dia bilang 55 tahun. Mau menghabiskan sisa umur di desa di
samping masjid dan disamping sawah. Kalau bapak diberi umur 80 tahun oleh Allah
SWT berapa sisa umur bapak, 25 tahun akan bapak habiskan disamping sawah.
Begitu cara kita berfikir, kita menghindari tantangan.

Saya pernah
ceramah di Direktur BULOG, dia mau pensiun dini, dia tinggalnya di Patra
Kuningan dekat rumahnya Pak Habibie. Saya diminta mengisi ceramah dirumahnya
tentang menajemen harta untuk lansia. Yang hadir itu angkatan 63 UGM dari
Fakultas Ekonomi semuanya. Saya bilang bapak setelah pension nanti mau tinggal
dimana. Dia bilang mau balik ke kampung halamannya di Solo. Saya Tanya Solonya
dimana. Dia bilang agak ke pinggir sedikit. Dia sudah punya rumah disana
disampingnya ada sawah- sawah, ada masjid, persis seperti gambar orang Telkom
itu. Saya bilang kenapa tidak tinggal di

Jakarta

.
Dia bilang siapa yang bisa tahan tinggal di

Jakarta

setelah pension. Biaya mahal, anak
saya sedang pada kuliah semuanya saya tidak kuat nanggung.

Coba kita lihat
waktu pendapatan kita berkurang yang kita lakukan itu adalah mereduksi dan
mengurangi kegiatan kita supaya kita menyesuaikan diri dengan pendapatan,
seharusnya ketika pendapatan kita berkurang bukan kegiatan yang kita reduksi
tapi yang kita lakukan adalah tetap memperbanyak kegiatan dan menambah
pendapatan. Jadi saya bayangkan kalau bapak di kasih umur 80 tahun, bapak akan
tinggal di kampong itu selama 25 tahun. Sekarang saya coba menghayal- hayal
kira- kira jadwal hariannya seperti apa. Jam 3 insya Allah dia akan bangun
qiyamul lail sampai subuh dia sudah tidak tidur karena orang kalau sudah diatas
40 tahun kebutuhan tidurnya sebetulnya Cuma 2 jam, setelah subuh mungkin dia
nanti wirid, setelah itu dia pergi jalan pagi, mungkin aktifitas jalan pagi dan
lainnya selesai jam 7. Setelah itu dia mandi lalu sarapan dia baca Koran.
Katakanlah selesai jam 9 setelah itu dia shalat dhuha. Setelah itu tanda Tanya
karena tidak ada kegiatan yang dia lakukan. Lalu masuk waktu zuhur sebelumnya
dia punya waktu 3 jam, setelah itu dia makan siang setelah itu dia bangun tidur
siang, bangun ketika ashar. Ashar sampai maghrib dia lakukan duduk- duduk di
teras minum kopi sambil memandang sawah. Sebelum maghrib dia mandi, setelah
maghrib dia makan malam sampai isya mungkin dia mengaji. Setelah shalat isya
melihat televisi sebentar setelah itu dia tidur lagi. Kita lihat tidak ada
waktunya yang produktif. Orang ini 25 tahun menunggu kematian. Kematian itu
tidak perlu ditunggu nanti dia akan dating sendiri kenapa kita tunggu- tunggu
dia.

Kita lihat cara
kita merencanakan hidup. Seharusnya di usia seperti itulah kita bekerja makin
giat karena jadwal kita makin dekat. Kematian kita makin dekat bukan makin
terserah tetapi begitulah pikiran yang ada pada orang- orang miskin. Orang-
orang ini tidak ulet, menghindari tantangan, tidak ingin kerja kers. Karena itu
rata- rata jadwal kerja orang miskin itu dibawah 8 jam. Sementara jadwal kerja
orang kaya itu diatas 15 jam. Wajar kalau mereka jadi kaya karena jam kerja
mereka juga banyak.

(Sambungan dari Bagian 2)

Oleh : Ust. Anis Matta, Lc

PKS di masa yang
akan dating tidak bisa mengendalikan kehidupan ini semuanya kalau hanya
berkuasa di Negara tetapi tidak menguasai pasar. Tidak mungkin. Sekarang ini
kita akan menemukan secara individu, banyak individu yang lebih kaya dari
Negara. Oleh karena itu gabungan dari beberapa individu justru dapat dengan
mudah mengintervensi Negara dan memiskinkan Negara. Kalau kita hanya masuk ke
dewan, padahal dewan itu hanyalah bagian kecil dalam panggung Negara, masih ada
eksekutif masih ada yudikatif. Kita hanya punya sedikit di dewan itu, dan di
dewanitu masih sedikit pula. Kita lihat daerah kekuasaan kita, dakwah ini ke
depan hanya bisa menekan, menguasai, mengendalikan situasi kalau kita punya
orang yang terdistribusi secara merata, memimpin Negara, memimpin civil
society, dan memimpin pasar. Baru kita akan digjaya sebagai sebuah gerakan
dakwah.

Ketiga, bagaimana
kita memulai membangun kehidupan financial kita.
Pertama, perbaiki ide kita tentang uang. Ide itu adalah wilayah kemungkinan,
“space of possibility”. Semua yang menjadi mungkin dalam ide kita pasti akan
menjadi mungkin dalam realita. Ide itu adalah tempat penciptaan pertama
sedangkan realitas itu adalah tempat penciptaan kedua. Jadi tidak ada realitas
yang terjadi dalam kehidupan ini tanpa sebelumnya tercipta pertama kali dalam
ide- ide kita. Sebelum pesawat terbang itu di ciptakan yang pertama kali dahulu
adalah ide bagaimana manusia dapat terbang seperti burung. Jadi begitu sesuatu
jadi mungkin dalam ide kita, ia bisa menjadi mungkin dalam kenyataan.

Sekarang
perbaikilah ide- ide kita tentang uang. Belajarlah utuk mempunyai mimpi besar
tentang uang. Belajarlah untuk membuat daftar rencana, Insya Allah ketika saya
meninggal nanti saya mewariskan sekian banyak uang. Buatlah step ide ini luas.
Karena kalau space of possibility kita ini luas maka space of reality kita jadi
luas. Kalau kita lihat mobil, belajarlah mempunyai selera yang bagus.

Supaya ide- ide
ini tumbuh dengan baik kita perlu dari sekarang membaca sebuah buku tentang
uang. Bacalah buku diantaranya The Millionaire Mind, ada dua buku yang ditulis
oleh penulis yang sama karena ini adalah risetnya. Selanjutnya The Millionaire
Dead. Ini adalah penelitian yang dilakukan terhadap cara berpikir orang- orang
kaya yang ada di Amerika. Kemudian buku One Minute Millionaire (Bagaimana
menjadi Milliuner dalam 1 menit) dan ini juga punya website, kita bisa masuk
websitenya, mereka punya psikotest kalau kita ingin mengetahui apakah kita
punya talenta jadi orang kaya atau tidak.

Alamat websitenya www.oneminutemillionaire.com.
Buku yang ketiga adalah semua buku Robert T Kiyosaki. Yang ke-4 ini buku lama
tapi termasuk buku- buku awal yang dibaca orang tentang uang yaitu buku yang
ditulis oleh Napoleon Hill, Think and Grow Rich, Berfikir dan menjadi Kaya.
Buku terakhir ini adalah buku yang sangat lama karena diterbitkan pada tahun
80-an dan ditulis tahun 70-an, tapi menurut saya rasa masih masih relevan untuk
dibaca. Ini buku- buku dasar semuanya bagi pemula. Dan saya rasa penting juga
untuk mendapatkan landasan syar’I yang bagus tentang hal ini apabila kita baca
juga buku yang ditulis oleh syeikh Yusuf Qordlowi tentang nilai- nilai moral
dalam ekonomi Islam.

Perbaiki dahulu
ide kita tentang uang, perbaiki tsaqafah tentang uang dan mulailah mempunyai
mimpi besar untuk menjadi orang kaya, supaya kita Insya Allah naik derajatnya
dari amil zakat menjadi muzakki. Supaya kita datang kepada orang jangan lagi
bawa proposal, itu yang benar. Sering- seringlah ke tempat- tempat mewah,
jalan- jalan saja untuk memperbaiki selera.

Saya punya 1
halaqah yang terdiri dari anak- anak LIPIA. Mereka datangnya dari kampong, dari
pesantren semuanya. Saya tahu mereka membawa background, di backmindnya itu ada
psikologi orang kampung yang tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya. Saya
Tanya kamu nanti setelah selesai dari LIPIA mau kemana? Mereka bilang Insya
Allah kita mau pulang ke kampung mengajar ma’had, mengajar bahasa Arab. Suatu
hari saya ajak mereka, hari ini tidak liqa’, tetapi saya tunggu kalian di Hotel
Mulia. Saya ada di suatu tempat dan mereka tidak melihat saya. Saya suruh
mereka berdiri di lobby. Mereka datang pakai ransel karena mahasiswa datang
pakai ransel, diperiksa lama oleh security, karena penampilannya sebagai orang
miskin dicurigai membawa bom. Saya lihat dari atas. Itu masalah strata, kalau
antum datang pakai jas dan dasitidak ada yang periksa antum di ditu, karena
yang datang pakai ransel tampang kumuh.

Kemudian mereka
bertanya dimana antum ustadz, saya bilang antum tunggu saja disitu. Saya dekat
mereka tapi mereka tidak bisa melihat, saya hanya memperhatikan apa yang mereka
lakukan. Kira- kira 2 jam mereka saya suruh di situ, mondar- mandir di lobby.
Minggu depan saya Tanya apa yang antum lihat disana. Orang lalu lalang, jawab
mereka.

Saya Tanya,
pertama, apakah ada satu orang yang lalu lalang yang antum lihat yang mukanya
jelek, dia bilang tidak ada. Semuanya ganteng- ganteng semuanya cantik- cantik.
Jadi ada korelasi antara wajah dan kekayaan. Makin kaya seseorang makin baik
wajahnya. Kedua, ada tidak yang memakai pakaian yang tidak rapi kecuali antum.
Dia bilang tidak ada, semuanya rapi. Jadi dengan latihan seperti ini pikirannya
sedikit mulai terbuka. Karena ia membawa bibit dalam pikirannya untuk menjadi
orang miskin. Sekarang Alhamdulillah mereka bertiga sekarang ini sedang kuliah
di UI ambil S2 Ekonomi Islam.

Ikhwah sekalian
jadi kita perbaiki insting kita. Pertama kali kita perbaiki tsaqafah kita. Jadi
hadirkan buku- buku itu kedalam rumah dan mulai dari sekarang anak- anak kita
juga mulai di ajari tentang uang. Ikutilah kursus- kursus tentang entrepreneurship
supaya kita dapat memperbaiki dulu citra kita tentang uang.

Kedua, menyiapkan
diri untuk menjadi kaya. Orang- orang kaya yang bijak itu mempunyai nasehat
yang bagus, mereka mengatakan “sebelum anda menjadi kaya latihanlah terlebih
dahulu menjadi kaya”. Hiduplah dengan hidup

gaya

orang kaya. Orang kaya itu optimis. Bagi
orang kaya biasanya tidak ada yang susah. Bagi mereka semuanya mungkin, karena
itu mereka selalu optimis. Jadi yang harus dihilangkan dari kita adalah
pesimis. Saya punya seorang teman sekarang jadi kaya, dia datang ke Jakarta
hanya sebagai pelatih karate dan tidak ada duitnya, tapi supaya tidak ketahuan
oleh istrinya bahwa dia tidak punya pekerjaan, setiap habis sholat subuh dia
pergi lari olahraga, setelah itu dia memakai pakaian rapi lalu keluar rumah.
Dia juga tidak tahu mau kemana yang penting keluar rumah. Istrinya tidak tahu
kalau dia tidak punya pekerjaan. Nanti dijalan baru ditentukan siapa yang dia
temui hari ini.

Langkah pertama
perbaiki dahulu sirkulasi darah kita, olahraga dulu, supaya wajah segar makan
yang banyak. Banyaklah makan yang enak, daging. Sering- seringlah makan yang
enak.

Menurut Utsman bin
Affan makanan paling enak itu adalah kambing muda. Setiap hari mereka makan
kambing muda. Makan yang enak, olah raga yang bagus supaya wajah kita berseri.
Syeikh Muhammad Al- Ghozali dalam kitab Jaddid Hayataka mengatakan kenapa
orang-orang Barat itu pipinya merah, karena sirkulasi darahnya bagus, gizinya
bagus. Sedangkan kita orang- orang Timur kalau ketemu itu auranya pesimis, tidak
ada harapan. Biasakanlah kalau orang ketemu kita ada harapan yang terlihat,
makanya kalau pilih warna baju pilihlah yang cerah- cerah.

Ibnu Taimiyah
mengatakan ada hubungan antara madzhab dan batin kita, pakaian apa yang kita
pakai itu mempengaruhi kondisi kejiwaan kita. Jangan pakai pakaian orang tua.

Ada

anak umur 25 tahun
pakaiannya pakaian orang tua, bagaimana nanti kalau umurnya 50 tahun pakaiannya
seperti apa. Tampillah sebagai anak muda.

Cukur rambut yang
bagusbagus, cukur kumis yang rapi janggut dirapikan. Rapi, supaya kita
kelihatan ada optimisme. Belajarlah sedikit latihan menatap supaya sorotan mata
kita kuat, perlu sedikit latihan menatap. Misalnya di pagi hariatau sore hari
menjelang matahari terbenam, antum tatap matahari dan tidak berkedip matanya.
Kalau bisa antum bertahan 1 menit itu bagus. Latihan saja sendiri. Di dalam
kamar ambil lilin, matikan lampu, antum tatap lilin dan matanya tidak berkedip
dan tidak berarir. Nanti kalau sudah terbiasa pandangan matanya kuat. Jadi
kalau olahraga teratur, sirkulasi udara bagus, pikiran jadi segar, tsaqafah
kita bertambah mulai memakai pakaian yang cerah- cerah. Makanya Rasulullah itu
senangnya memakai baju putih. Jangan pakai yang gelap- gelap atau warna yang
tidak menunjukkan semangat hidup. Jangan juga berpenampilan seperti orang tua.
Sekadar untuk menunjukkan kita ini kelompok orang- orang shaleh kita pakai baju
taqwa, itu pakaian orang Cina.

Pakailah baju yang
segar agar dapat menunjukkan bahwa kita ada semangat. Walaupun anda sudah
berumur pun tetap pakai pakaian yang muda, jangan berpenampilan tua. Artinya
kita harus merendahkan diri, sebab uban tanpa diundang dia akan datang. Jadi
tidak perlu menua- nuakan diri dengan sekadar tampil kelihatan dewasa, tua,
bijak. Tampillah sebagai anak muda yang gesit dan optimis.

Ketiga, bergaullah
dengan orang- orang kaya, perbanyak teman- teman antumdari kalangan tersebut.
Ini tidak bertentangan dengan hadits yang mengatakan bahwa bab rezeki lihatlah
kepada yang dibawah dan jangan lihat yang ada di atas. Antum tidak sedang tamak
ke hartanya, tetapi antum sedang belajar kepada mereka. Dahulu saya suka
ceramah di kalangan orang- orang kaya.

Waktu saya ceramah
di rumahnya Abu Rizal Bakrie yang saat itu sedang berduit- duitnya, saya duduk
dalam 1 karpet, ketika krismon pada waktu itu, sekretarisnya bilang pada waktu
itu, tahu tidak bearapa harga karpet ini. Saya bilang saya tidak tahu, saya
pikir sajadah biasa. Dia bilang karpet itu harganya 100 ribu Dollar. Karpet
kecil harganya 1,6 M.

Waktu saya selesai
ceramah dikasih amplop, amplopnya tipis. Saya bilang sama sekretarisnya. Ini
amplop kembalikan kepada dia. Bilang sama beliau saya Cuma ingin berkawan
dengan dia. Dia belajar agama sama saya, saya belajar dunia sama dia. Kalau
saya terima ini, nanti saya dianggap ustadz dan dia tidak dengar kata- kata
saya. Saya mau bersahabat dengan dia. Jangan kasih saya amplop lain kali.
Supaya kita bergaul. Setiap kali saya datang ke kelompok yang pengusaha kaya
itu saya selalu menolak, saya tidak terima ini saya ingin bergaul dengan bapak,
saya ingin jadi teman.

Alhamdulillah dari
situ saya banyak teman dari kelompok orang- orang kaya, dan kalau datang kita
belajar, saya bertanya sama mereka kenapa begini, bagaimana caranya, bertanya
kita belajar. Memang di jurusan saya dia belajar dari saya kalau ada yang perlu
dido’akan panggil saya, bisa. Tapi

kan

saya tidak punya ilmu bikin duit sebelumnya, saya perlu belajar dari orang yang
ahli. Jadi dalam bab itu saya murid, dalam bab saya dia murid.

Jangan karena kita
sering ceramah, terus semua orang kita anggap murid dalam segala aspek. Saya
bergaul dengan orang- orang kaya dan saya belajar dengan mereka. Saya belajar
bagaimana caranya bikin duit, bagaimana caranya bikin perusahaan sama- sama dan
saya tidak malu. Bergaul dengan mereka itu dari sekarang. Jangan tamak pada
hartanya tetapi ambil ilmunya. Jangan minder bergaul dengan orang kaya seperti
itu.

Awal lahirnya
reformasi, setelah kalah dalam pemilu 1999, kita Poros Tengah kumpul di
rumahnya Fuad Bawazir. Semua orang diam, ada Amin Rais, Yusril, semuanya diam
karena malu. Karenanya kita semua kalah, tadinya sombong semua. Pak Amin Rais
mengatakan sebelum Pemilu “Nanti Golkar kita lipat- lipat, kita tekuk- tekuk,
kita kuburkan dimasa lalu”. Tidak tahunya Golkar masih di nomor 2. Partainya
Pak Amin rendah perolehan suaranya. Suara umat Islam rendah. Jadi berkumpullah
orang- orang kalah ini semua dalam 2 hari.
Waktu itu Pak Amin sedang dikejar- kejar terus oleh Dubes Amerika untuk membuat
pernyataan bahwa pemenang pemilu legislative yang paling layak jadi Presiden,
tapi Pak Amin menghindar. Jadi saya datang ke rumah Pak Fuad Bawazier. Saya
bilang Pak Fuad, saya ini bukan orang politik, saya ini ustadz. Yang saya
pelajari dalam syariat kita ini kalau kita sedang kalah seperti ini jalan keluarnya
adalah i’tikaf, kita belajar banyak istighfar, tilawah dan seterusnya. Jauhi
dulu wartawan, mungkin dosa- dosa kita banyak sehingga kita kalah. Dia bilang
bener juga ya. Cuma kalau kita i’tikaf di

Indonesia

tetap saja diketahui
wartawan.

Kalau begitu kita
umrah. Antum ikut ya dari PKS umrah. 4 orang dari PAN, dari PKS sekitar 3
orang. 4 orang ini naik bisnis first class, sedang kita dikasih ekonomi. Yang
beli tiket dia soalnya. Mau diprotes bagaimana. Kita Cuma dihargai begini,
terima apa adanya dahulu. Tapi waktu itu dengan lugu datang menghadap Pak Fuad.
Saya bilang Pak Fuad berapa harga tiket first class. Dia bilang pokoknya 2 kali
lipat harga ekonomi. Jadi kalau tiket ekonomi pada waktu itu 1000 Dollar harga
first class itu sekitar 2000 Dollar. Kenapa kita sama- sama di kelas ekonomi
saja, dan selisihnya kita infaqkan untuk orang miskin. Ini

kan

masyarakat kita lagi susah. Dia ketawa
dia bilang ya akhi, nanti ana infaq lagi insya Allah untuk orang faqir, tapi
ana tolong dong di first class tidak mungkin ana turun di kelas bawah.

Kita tidak tahu
apa nilai yang berkembang pada orang kaya, kenyamanan itu adalah nilai pada
mereka. Mereka menghemat energi, tenaga. Dan, angka besar pada kita itu angka
kecil bagi mereka. Uang 1 Milyar 2 Milyar itu uang jajan. Kalau kita, belum
tentu punya tabungan sampai mati seperti itu. Itu masalah cita rasa. Cita rasa
pada orang kaya itu berbeda. Ini yang kita pelajari, yang dianggap besar oleh
mereka adalah ini. Dengan begitu kita menjiplak sedikit emosinya. Karena dalam
pergaulan itu, kalau kita bergaul dengan seseorang itu, kalau bukan api dia
parfum. Kalau dia parfum dia menyebarkan wangi, kalau dia api menyebarkan
panas. Orang jahat itu api, kalau antum dekat-dekat akan menyebarkan panas.
Orang baik itu parfum, kalau antum dekat-dekat setidak-tidaknya bau badan kita
tertutupi oleh parfum tersebut. Jadi ikut- ikut karena kita perbaiki selera.
Jadi kalau antum punya waktu kosong jalan- jalanlah ke mall, lihat-lihat orang
kaya tidak usah belanja, lihat-lihat saja dulu, memperbaiki selera.

Datanglah ke
showroom mobil, datang ke pameran mobil. Lihat- lihat pegang- pegang. Rajinlah
berdo’a. Bergaullah dengan orang kaya. Selain itu, rajinlah berinfaq walaupun
kita miskin. Gunanya apa? Supaya antum tetap menganggap uang itu kecil dan
supaya tidak ada angka besar dalam fikiran kita.

Misalnya kita
punya 10 juta, infaqkan. Supaya antum meneguhkan, mesti ada yang lebih besar
dari ini. Jadi angka it uterus bertambah di kepala kita, walaupun dalam
kenyataannya belum. Tetapi dengan berinfaq seperti itu, kita memperbaiki cita
rasa kita tentang angka. Bukan sekedar dapat pahala tetapi efek tarbawinya bagi
kita akan bertambah terus.

Kita belum pernah
merasakan bagaimana menginfaqkan mobil, sekali waktu kita berusaha untuk
menginfaqkan mobil. Begitu antum punya uang sedikit terus berinfaq, terus
seperti itu kita latih sampai menjaga jarak. Kita membuat sirkulasi jadi bagus.

Kelima adalah
mulailah melakukan bisnis real. Terjun ke dalam bisnis secara langsung. Karena
Rasulullah SAW mengatakan 9 per 10 rezeki itu ada dalam hal perdagangan.

Saya juga ingin
menasehati ikhwah- ikhwah yang sudah jadi anggota DPR dan DPRD, jangan
mengandalkan mata pencaharian dari gaji DPR dan DPRD. Itu bahaya. Sebab belum
tentu kader-kader di Riau ini nanti masih menginginkan Pak Khairul untuk
periode selanjutnya.

Belum tentu juga
juga jama’ah menunjuk kita lagi sebagai anggota dewan, padahal

gaya

hidup sudah berubah.
Anak-anak kita kalau kenalan dengan orang, bapak saya anggota dewan padahal itu
hanya sirkulasi. Jadi setiap kali kita mendapatkan pendapatan dari gaji karena
pekerjaan seperti ini, kita harus hati- hati itu bahaya. Jadi pendapatan paling
bagus itu tetap dari bisnis. Oleh karena itu, mulai sekarang itu belajarlah
terjun ke dunia bisnis.

Jatuh bangun waktu
bisnis tidak ada masalah, terus saja belajar. Tidak ada juga orang langsung
jadi kaya. Yang antum perlu terus berbisnis. Begitu juga dengan para ustadz,
teruslah bisnis. Begitu juga dengan seluruh pengurus DPW-DPD dan seterusnya.
Teruslah berbusnis. Lakukan bisnis sendiri sekecil- kecilnya. Tidak boleh
tidak. Itulah sumber rezeki yang sebenarnya. Kalau antum mau kaya sumbernya
adalah dagang. Rezeki itu datangnya dari 20 pintu, 19 pintu datangnya dari
pedagang dan hanya 1 pintu untuk yang bekerja dengan keterampilan tangannya,
yaitu professional.

Misalnya akuntan
itu

kan

professional, pekerja pintar, tapi kalau sumber rezekinya satu makanya uangnya
terbatas. DPR juga begitu sumbernya satu, yakni gaji bulanan itu hanya 5 tahun.
Itu pun kalau tidak di PAW sebelumnya. Jadi kalau saya ketemu dengan ikhwah
dari dewan, hati-hati jangan sampai mengandalkan mata pencaharian dari situ.
Selain itu potongan dari DPP, DPW, DPD juga besar. Untuk ma’isyah sendiri kita
harus cari sumber lain.

Waktu kita terjun
ke bisnis, kita pasti gagal. Gagal pertama, gagal kedua, gagal ketiga, gagal
keempat tapi teruslah jangan pernah putus asa. Saya punya patner bisnis. Dia
mulai bisnis umur 16 tahun, semuajenis pekerjaan sudah dia lakukan. Pada suatu
waktu dia mempunyai 38 perusahaan tapi dari 38 perusahaan ini hanya 6 yang
menghasilkan uang. Kita lihat berapa ruginya. Jadi seringkali kita salah
pandang terhadp orang kaya. Kita piker tangan dingin semua yang disentuh jadi
uang. Ternyata tidak juga.

Jadi hal- hal
seperti itu harus kita hadapi secara wajar jangan shock kalau rugi. Jangan
berfikir dengan berdagang antum akan cepat kaya, yang menentukan antum cepat
berhasil dalam dagang itu adalah secepat apa antum belajar. Cara belajar itu
ada dua: baca buku atau sekolah atau bergaul dengan orang- orang sukses, nanti
kalau sudah baca buku sudah bergaul dengan orang sukses masih gagal juga.
Teruslah berdagang, teruslah bergaul, teruslah seperti itu karena setiap orang
tidak tahu kapan saatnya dia ketemu dengan momentum lompatannya.


85 Responses to “Uang”

  1. i ZraiL Says:

    Salamu’alaykum…
    ini bener fs-nya ustad anis..???

    btw ttg Anismisme … yg dari pkswatch ya…?

    klw saia seh mlihat itu sebagai dinamika az (artinya jama’ah ini isinya mang manusya hidup)… so no problemo…

    ttp semangat al Ustadz… bikin terobosan di jamaah ini…

    trusss
    Ustad saia jg mw nanya neh… tau Taujihat pekanan no.4 kan? tentang Musyarakah Siyasiyyah????

    ada pointny yg saia bikin jd bahan discuss (salah satunya di fs-saya)
    isi discuss singkatnya adalah jika dikasih pilihan untuk memilih pemimpin mana yang teman2 akan pilih.
    a. pemimpin SOLEH tetapi LEMAH

    atau

    b. pemimpin KUAT tetapi penDOSA.

    mereka pada protes ketika saia bilang…

    “… Dan sesungguhnya Allah swt akan menguatkan agama ini dengan laki-laki pendosa.” HR. Bukhari.

    mereka pada bilang… klw pilih pemimpin soleh tapi lemah… nti ketika jadi pemimpin nti Allah akan memberikannya kekuatan.

    So menurut ustad bgimana…

  2. alex Says:

    Ass.

    Mantab Ustadz, memang beginilah mestinya kaum Muslim, harus kaya.

    salut.

  3. andree Says:

    aslm…
    ana ikut mendengarkan taujih ini dengan semangat berapi-api
    memang benar ustadz, g semua kita harus seragam dalam kemiskinan
    meski dalam jama’ah ini tentu ada saja ikhwah yang lebih senang hidup miskin sebagai pilihan
    mudah2an semuanya beroleh berkah dengan pilihannya masing2

  4. Ina Ristina Says:

    Assalamu’alaikum ustad,

    Oooo gitu yaaaa….?

    Baru2 aja petinggi PKS di Tangerang ada yg pake Alphard, dan sempet jadi kontroversi di arus bawah yg memperjuangkannya menjadi aleg….karena msh byk aktivis yg ga punya cukup uang utk masukin anak sekolah, bahkan baru2 ini, ada aktivis yg ngga punya uang buat lahiran anaknya.

    Barangkali benar yaa seperti yang ditulis, kalo dia bisa beli Alphard berarti infak n shodaqohnya nya pasti gede yaaa?
    Ana sendiri seneng pas milad 10 PKS kemaren liat mobil2 org PKS sekarang udah keuren2 euy! tapi hati ini miris lagi pas denger ada ikhwah naik motor berlima dgn anak2 dan istrinya yg hamil tua, keujanan lagi….deuh kecian deh!

    so…ada ngga sih alokasi dananya untuk pejuang2 yang sama2 setia - sejak jaman ushroh2 dulu, tapi tidak SEBERUNTUNG antum itu?

    Semoga!

  5. TiToEyT Says:

    Subhanallah..Ustadz

    Saya muslimah tetapi insyallah

    Saya sudah memiliki mimpi sejak umur 17 tahun memiliki perusahaan sendiri…

    Saya tidak takut bermimpi menjadi orang kaya karena insyallah

    Kekayaan itu akan saya pergunakan sebagai sarana saya untuk ibadah kepada Allah SWT dan untuk umat manusia…

  6. deni Says:

    biasa aja lah…tapi kalo mo perbaikin selera sering2 maen aja ke SCBD sudirman..

    lengkap tuh ada automall tempat mobil import ‘keren’, ada pacific place tempat ‘nongkrong’, ada BEJ kalo mo lihat orang2 ‘mentereng’… atau mau nginep /halaqoh atau syuro di Ritz Carlton ?? Gaya pisan euyy…tapi kalo mau ga ada yg larang koq…manggaaaa…

    tapi hati2 aja ya kalo tempat bginian dah jd lebih disenengin kader daripada majlis ilmu seperti Al-Hikmah, Iqro, Markaz Qur’an, atau rumah petak,kumuh,bau tempat ngaji dulu…

    yang ada malah jadi ‘Keder’…

    dah ah bosen bahasa yg beginian…ilmu abdi mah masih blum siap euyy…mangga kalo yg dah siap bertarung n gaul dengan jetz-ers..sekali lg manggaaa…yg jelas masih banyak ikhwah grassroots yg bejuang mati2an u/ dakwah ini dan..so jangan sampai mereka dikecewakan oleh para ‘Duta-Duta Senayan’ or ‘Duta-Duta DPRD’ …

    Karna kalo ga hati2 yg namanya pembenaran mah akan ada terus…

    dunia…dunia…emang ga ada habisnya…

  7. Omar Says:

    Assalamu alaikum ust aniz, ane agak miris juga baca tulisan antum ini…kenapa? karena rujukan antum tuh kok ke Kyosaki, Napoleon Hill, etc? padahal kalau mau belajar kaya masih banyak orang Islam yg kaya tanpa harus mengelus-ngelus mobil atau rumah orang, saya kenal pak Haji Ali yg dulunya miskin kemudian jadi kaya karena kerja keras, doa dan banyak membantu orang. Jadi kalau mau mengubah minset ikhwah bukan dengan gaya-gaya (afwan) norak seperti ini….afwan ane setuju dengan bagaimana kita mengajarkan ilmu kesuksesan dan memanage uang, tapi jangan merendahkan ikwah2 yang mengingatkan ikhwah lain yang bermewah-mewah, itu masalah pilihan. Ini kok kita malah jadi berpikirnya materialstis kapitalis.
    Sederhana saja sebenarnya:
    Ikhwah yang antum bilang miskin, kampungan, nggak punya masa depan, itu seharusnya dibina lagi dengan materi aplikasi dari ilmu2nya bukan teori, tapi jangan lantas di suruh jalan2 ke Mall utk merubah selera, apa hubungannya sukses finacial dengan jalan2 ke Mall, (lihat rok mini mah iya)…eh ini kok ikhwah malah pada nggak keruan begini yah??? kenapa nggak tiru saja Ary Ginanjar? Aa Gym? Ust Yusuf Mansyur? Erbe Sentanu? mereka mengajarkan kesuksesan dan kekayaan bukan dengan menghina ikhwah yang miskin!! Ane pernah jadi pengikut Kyosaki dan memang berhasil dengan cara itu, tapi setelah ketemu Islam dan Al-Quran ternyata cara Islam lebih luar biasa! Jadi kalau masih miskin yang perlu diperbaiki itu AKIDAH antum bukan jalan2 di Mall….afwan

  8. satria Says:

    satu kata ” NORAAAAKKKK !!!!! ”
    ust.antum terlalu under estimate sama ikhwah..hasil survey pemilu 2004 PKS banyak menang di kota-kota besar yang rata2 orang2nya udah muak liat mall ( rok mini dan isinya yah bang deni ) , cafe ( orang mabok ), mobil mewah ( hasil korup BLBI ), pengusaha sukses ( para pengemplang BLBI ), keluar masuk hotel mewah ( short time sama yang baju putih yah bang al amin ), Orang Kaya Baru ( anggota dewan ….)para calo2 yang ngaku jadi pengusaha sukses dan sejuta kepalsuan dunia lainnya. Jadi kalo ada Ikhwah sekarang memilih hidup zuhud bukan berarti dia “bego” ngga ngerti duit, tapi dia prihatin liat ada ustadz yang lagi bicara kepalsuan dunia padahal di sekelilingnya banyak umat menderita miskin papa dan kekurangan,….mana..katanya bersih, peduli dan profesional..afwan

  9. MemETh Says:

    mungkin kt harus bnyk istigfar
    Menjadi kaya tuh perlu, but caranya dong. Kl para ustad2 kt didewan sblm jadi dewan dia kaya (insya Allah dr yg halal) ga ada yg ributin. Tp kenyataannya baru 3 bln jd anggota dewan udah tentang petenteng, gmana tuh. Padahal kl mao contoh sahabat nabi justru mereka sebelum jadi pejabat rata2 jd borju but pas udah jadi pejabat justru harta jadi dikit bahkan ada yg tergolong miskin. Contoh dong Umar Abdul Azis, sorry tad antum lebih faham lah.
    Kl mao jd kaya yach jgn deket2x konglomerat item, koruptor, penjudi, …..

  10. ArV Says:

    Assalamualaikum

    Tanpa harus dikomentari, silakan baca ayat-ayat berikut ini:
    1).Bermegah-megahan telah melalaikan kamu…(AtTakatsur)
    2). Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan kesenangan yang menipu.
    3). Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan permainan dan lahwun.
    4). Apakah kamu lebih suka pada kehidupan dunia ketimbang akhirat, maka tidaklah kesenangan hidup dunia di akhirat melainkan hanya sedikit (at Taubah:38).
    5). Dijadikan indah dalam pandangan manusia, kecintaan pada syahwat dari perempuan, anak, tumpukan emas, perak, kuda tunggangan, hewan ternak, dan pertanian. Yang demikian itu adalah kesenangan hidup di dunia, dan Allah memiliki tempat kembali yang jauh lebih baik (Ali Imron 14).
    6). Carilah apa yang didatangkan Allah bagimu berupa negeri akhirat. Dan jangan engkau lupakan bagianmu di dunia (al-Qashash: 77)

    nasehat Khoirul Anbiya’ Muhammad Saw kepada shahabatnya seperti dilaporkan oleh Abu Sa’id al-Khudry r.a, beliau berkata, ketika kami duduk di sekitar mimbar Rasul, kudengar beliau bersabda, “Yang paling kutakutkan pada kalian, jika dibukakan Allah kepada kalian kesenangan dunia dan gemerlapnya.”

    Nabi Saw memberitahukan bahwa cobaan paling berat bagi Bani Israil adalah perempuan. Sedang cobaan yang paling berat bagi ummatku adalah harta (Hadits Shohih).

    Bertaubatlah Akhi..jangan antum sebarkan pemikiran2 yang aneh2..

    buat para kader grassroot..janganlah kalian mengikuti polapikir yang dipakai orang busuk berbungkus ustad ini,,tetaplah kalian teguh memegang prinsip dengan berdasarkan pada Alquran dan Sunnah BUKAN MODEL QIYADAH SEPERTI INI..

    ALLAHUAKBAR…

  11. Aditya Says:

    Subhanallah,, taujih yang menyadarkan menurut saya. Saya sendiri tidak melihat ada maksud menyinggung dari ustadz Anis, seperti yang disebutkan komentar2 sebelumnya.

    Mungkin kita harus banyak belajar untuk tidak mempertantangkan hal-hal yang sebenarnya tidak bertentangan. Dengan begitu semakin banyak potensi kebaikan yang bisa kita kelola.

  12. abu Says:

    ck ck ck … luar biasa

  13. RYAN Says:

    CAPEK DEH….
    MENDINGAN JADI SIMPATISAN AJA…

    KAYAKNYA PKS INI JADI MILIKNYA ANIS CS …

    SEMENTARA USTADZ SEPUH YANG TAWADHU’ DAN WARA’ MULAI TERSINGKIR

  14. adhityo Says:

    1. setuju sekali ikhwah sebaiknya kaya. atau setidaknya berusaha kaya. krn sering sy alami juga bahwa kita sering direpotkan oleh masalah dana dlm melakukan aktivitas2 da’wah. sering sy bayangkan kalau sy (dan ikhwah lainnya) kaya, tak perlu lagi kita khawatir kekurangan dana. butuh ini, tinggal keluarkan uang, butuh itu keluarkan infaq.

    2. mengenai gaya hidup jetset, sy tidak sepakat ustadz. tetap sy hargai pendapat ustadz krn sy yakin pergaulan ustadz di kalangan elite cukup luas dan itulah segmentasi obyek da’wah ustadz. hingga hari ini pun blm terpikirkan oleh saya memiliki obyek da’wah sekelas obyek da’wah ustadz, yg mgkn ‘memaksa’ sy bergaya hidup sedemikian. blm terpikir krn pondasi keuangan sy blm kuat.jd yg terpikir oleh sy ya bgmn bisa mandiri finansial sedikit2 dahulu.

    selain itu,ketidaksepakatan sy akan gaya hidup kelas atas adalah karena alasan etika.sy pikir kurang pas bergaya demikian di hadapan rakyat yg serba kekurangan.

    (sy bedakan antara kaya dan gaya hidup mewah)

    namun demikian sy tetap senang dan bangga ada ikhwah yg kaya.
    semoga saya (dan kita) tdk termasuk org2 yang, kata dedi mizwar, susah melihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah.

  15. KAWAJ DI JERMAN Says:

    TAUJIH YANG BAIK. ADA BAIKNYA ANTUM SEGERA MENULIS LAGI TENTANG BAGAIMANA BERSIKAP SETELAH SUKSES. INSYA ALLAH ANA YAKIN BAHWA ANTUM JUGA SEPANDANGAN DENGAN ORANG-ORANG YANG MENGINGATKAN ANTUM TENTANG HINANYA DUNIA. SEMOGA ANTUM BENAR MENJADI ORANG BESAR SEPERTI YANG PERNAH ANTUM KATAKAN. BAIK PADA PANDANGAN PENDUDUK DUNIA MAUPUN PENDUDUK AKHIRAT. AMIN. MUDAH-MUDAHAN ANTUM BISA MENERIMA NASEHAT-NASEHAT DARI ORANG-PRANG YANG MENYOROTI TULISAN ANTUM DENGAN OBJECTIVE. WALAUPUN KADANG ADA BAGIAN YANG MEMBANGKITKAN EMOSI. MUDAH-MUDAHAN TULISAN&TANGGAPAN2NYA LEBIH BERNILAI POSITIF. MEMANG SEPERTINYA SIKAP POSITIF THINGKING HARUS DISEBAR LUASKAN PADA SELURUH KADER.

  16. Abu nisa Says:

    Assalamulaikum.
    Ana butuh beberapa lama untuk memahami perkataan antum ya ust. anis matta. Semoga Allah menjaga antum.
    Membumilah wahai ustad. Antum harus tahu kapan bicara seperti itu. Dan ketahuliah dan ingatlah, dari mana kita berasal, Dakwah! Tidakkah waktu kita telah habis untuk berdakwah, bagaimana mungkin memikirkan bisnis?? Seharusnya bukan pelaku-pelaku dakwah yang harus kaya raya, tapi partai inilah yang harus kaya, yang kemudian menyokong dakwah ini dan rijalu dakwahnya. Buat partai ini produktif, buat partai ini harmonis. Dan jangan biarkan pemikiran antum dapat memberi guncangan dibawah, tragis! Kalau orang-orang seperti kami yang sudah meniatkan perjuangan ini untuk tegaknya kalimat Allah dimuka bumi harus diracuni pemikiran antum yang belum tepat saat ini di kemukakkan. Bagaimana jadinya liqoat? Bagaimana ado’ yang membutuhkan tenaga para rijalul dakwah karena mereka sibuk berbisnis. Oh yah Ustd. kalau ini antum terus biarkan, jangan salahkan orang yang tidak sejalan dengan antum menamakan gerakan ini anismisme. Miskin bukan pilihan Ust! Kaya pun bukan tujuan! Tapi renungkanlah oleh antum! Bagaimana antum bisa tidur nyenyak di kasur empuk antum, duduk nyaman di mobil mewah antum, sementara di daerah pemilihan antum ada ikhwah anaknya meninggal akibat kemiskinan! Dia tidak memilih miskin ya ust!
    Jangan racuni kami yang masih percaya dengan jalan dakwah ini. Semoga Allah membuka mata hati dan pikiran antum, kapan kita bicarakan menjadi kaya, merasakan kemewahan! Waktu ustad, waktunya belum tepat. Selagi antum masih menjadi qiyadah dan wakil rakyat ustad….antum adalah panutan kami.
    Barakallah fiik
    Wassalamulaikum

  17. ikhwan Says:

    Astaghfirlloh.. ustadz, antum itu lagi pamer atau memang mau beri motifasi? mbok tahu diri gitu ustadz, sekarang yang kaya-kaya dari PKS (anggota dewan) dulunya itu rata-rata orang tdk punya, kalaupun ada yang kaya paling tidak banyak.

    Gimana bisa punya kesempatan ulet dalam bisnis yang akhirnya bisa kaya? wong setiap kali kita rajin dalam dakwah yang ada malah amanah kita semakin banyak? singkatnya waktu kita banyak terkuras.

    ba’da subuh kita masih di rumah, nanti jam 8 kita mesti kasih kajian, terus ba’da asyar dan isya’ juga sama. jadi, waktu kita bersosialisasi sama-sama temen dalam maishah dikit. akhirnya yang bisa kita bawa pulang pun ya pas-pasan.

    malah ada temen yang dakwahnya penuh. untung kalau ada yang kasih amplop alhamdulillah.. tapi kalau nggak ya ngutang. apalagi kalau kontakkannya mau habis, kesana kemari cuma mau cari pinjaman..

    Apa itu yang udah kaya-kaya nggak ngerasa ya? dulu untuk dana partai sampai temen-temen mahasiswa kita mintai iuran 3 ribu perbulan, padahal kehidupan mereka juga pas-pasan. untuk kuliah saja saya lihat banyak yang pakai sepeda pancal krn mungkin orang tuanya juga dari golongan orang tidak mampu. kalau yang mampu kan bisa pakai sepeda motor ataupun minimal naik angkot. ini tidak, pakai sepeda pancal. Dan maaf, kita pun tega meminta kepada mereka.

    tapi apa yang terjadi, setelah mereka yang kita usung pada jadi anggota dewan, udah pada pakai mobil! apa mereka tidak pada ingat?

    saya tidak mau terlalu lama disini, tapi gini ustadz, memang ide antum itu bagus dan insya Alloh bermanfaat dan memang baiknya kita semacam itu.

    mestinya antum sebagai orang DPP, bisa minta ke mereka untuk kembali ke habitatnya. jangan sekarang setelah jadi begini. itu nampaknya paling penting bagi antum untuk sampaikan dan merumuskan bagaimana caranya kader yang udah jadi tdk mabuk oleh uang.

  18. ikhwan Says:

    Ya Alloh ampunilah ustadz anis, bukakkan mata hatinya dan sadarkan dirinya dari kemilaunya dunia, amin…

  19. Bimbang..... Says:

    jd bimbang…………..
    Duhai Rabb Yang Maha Membolakbalikan Hati…
    kuatkanlah hamba agar selalu taat dan istiqamah dalam keta’atan kepadaMU….
    Bisa bantu untuk mengusir kebimbangan ini….???

  20. kader mahasiswa Says:

    aslmWrWb

  21. kader mahasiswa Says:

    pasca terbitnya ikan soeharto, orang tua saya yang semula ingin memilih pks di 2009 mengurungkan niatnya. karea ia tahu benarsiapa soeharto, karena orang tua saya adalah pemilih rasional, yang mengetahui iklan pragmatis dengan seribu dalih, tetapi terlihat belangnya
    kalau begini harapan yang besar meulai memudar. ini bukan sekali saja, sudah banyak yang lain, sebelumnya koalisi dengan preman/koruptor di pilkada sudah banyak yang terjadi
    kalau begini paa beda pks dengan yang lainnya, sama power oriented
    di kampus, kami anak sosial merasa turun semangat, kami mengerti teori poltik, kami intelektual, kami bisa menilai, lihat saj debat kemarin, pap itu takbir buat soeharto.
    semoga lain kali lebih hati2

  22. rianda Says:

    inilah kalo orang kena sindrom ‘kere munggah bale”…….mau dia ustad atawa ustid….’behave’ nya sama…sama sama merasa ngga ‘dihargai’ kalo ngga pk ’simbol simbol’ kesuksesan….buat semua (terutama para ustad)..anda hrs tau setan sampai akhir jaman tetep punya ‘tugas’..jadi hati hati istigfar…boleh jadi (gara gara sepak terjang ust anis matta ini) perolehan PKS malah jeblok (berarti sukses ya stad?) …lho? ;P TST lah…
    jgn marah ya stad…kita semua sayang kok sm antum…tp dgn cara penyampaian yg salah kali (menurut antum…hehehe)

  23. Dicky Zulkarnain Says:

    selamat tinggal pks partai yang dulu kami cintai sekeluarga………….
    semoga Allah SWT menggantinya dengan partai yang kelak menjunjung tinggi nilai-nilai islam…………….

    aduh…. sedih sekali hati.. ini … pudar sudah harapan untuk 2009….

  24. Sari Says:

    Ustadz afwan ana kok ga sepaham ya dengan cara pemikiran dan sikap ustadz terhadap harta/uang. Tapi itu terserah ustadz, kita masing-masing yang akan mempertanggungawabkan di hadapan Allah kelak. Menurut saya ustadz, orang Islam memang kalo bisa harus kaya. Jika kekayaannya didapat sebelum memegang jabatan publik gak masalah, tapi jika kekayaan didapat setelah dia menjabat maka harus dijelaskan cara dia mendapatkan kekayaan tersebut agar tidak timbul fitnah. Dan setelah menjadi kaya, apalagi dia seorang pemimpin, sebaiknya tidak hidup berfoya-foya menunjukkan kemewahannya, tapi jadikan kekayaan yang telah Allah karuniakan kepadanya membuatnya semakin takut kepada Allah karena dunia itu adalah kesenangan yang menipu, dan kita takut tertipu oleh dunia. Sebagaimana dapat kita pelajari dari ulama-ulama besar yang hidupnya penuh zuhud. Jadi yang perlu diajarkan oleh seorang pemimpin seperti ustadz ini bukannya hidup bergelimang kemewahan dan pergi ke mall-mall untuk memperbaiki selera (waduh mana sempat ke mall kalo hanya sekedar buang waktu, baca quran 1 juz sehari aja masih penuh perujangan dalam menyisihkan waktunya) tapi ajarkanlah/katakanlah “Hai hamba Allah ambilah sedikit saja rezeki yang telah Allah berikan kepadamu dan belanjakanlah selebihnya di jalan Allah, ingatlah hari pengadilah Allah nanti ketika Allah akan bertanya darimana dan kemana engkau belanjakan hartamu”

    Orang yang bersyukur akan selalu merasa rezeki yang Allah berikan lebih dari cukup dan ambil secukupnya saja, kalaupun sanggup membeli mobil/rumah mewah belilah yang lebih sederhana dari itu, bukannya haram punya mobil/rumah mewah, tapi rasa takut kepada Allah itu yang lebih diutamakan. Keinginan mempunyai lebih dari 1 rumah/mobil mewah itu adalah syahwat, orang gak perlu diajarin, karena sudah fitrahnya manusia menyenangi perhiasan dunia, tapi yang perlu diajarkan adalah bagaimana dapat hidup zuhud ditengah limpahan rezeki yang banyak yang Allah berikan, nah itu perlu pengetahuan dan pengorbanan yang besar.

    Kemudian setelah hidup zuhud, orang kaya juga sebaiknya bisa menularkan kepada saudaranya bagaimana cara dia bisa menjadi kaya atau dari sisi mana bisa bekerja sama dengannya agar saudaranya ini dapat kaya seperti dia, supaya dapat menjadi amal jariah juga untuk dirinya. Yang pantas diirikan seseorang dari saudaranya itu bukannya banyaknya barang mewah yang dimiliki saudaranya tapi apabila saudaranya memiliki interaksi dan hafalan Qur’an yang lebih banyak dan juga memiliki amal jariah yang lebih banyak. Inilah yang sepantasnya yang diirikan orang beriman kepada saudaranya. Dengan keinginan memiliki amal jariah yang banyak, seseorang termotivasi untuk menjadi kaya. Dan inilah kemenangan yang besar dia siap dipanggil kapan saja oleh Allah swt dengan senyum tersungging di bibirnya karena dia telah melakukan jual beli yang paling menguntungkan dengan Allah swt.

    Trus ustadz mengenai naik pesawat di kelas binis, kalau pengusaha atau professional tidak masalah ustadz naik pesawat di kelas binis karena memang sesuai dengan kebutuhannya. Tetapi jika dia seorang pejabat seperti ustadz kalo boleh saya sarankan lebih baik naik kelas ekonomi (terutama pesawat dari/ke Timteng) agar bisa berdialog langsung dengan para TKI tentang permasalahan dan kondisi kerja di negeri orang (karena pemerintah tidak bisa menyediakan lapangan kerja untuk rakyatnya). Jika pejabat paham dengan permasalahan rakyatnya tentu dia dapat melakukan perbaikan. Mudah-mudahan ustadz tidak alergi ya bergaul/berdialog dengan rakyat kecil.

    Dan satu lagi ustadz kehormatan dan kemuliaan seseorang itu tidak dilihat dari pakaiannya tapi dari ketaqwaannya kepada Allah. Kalau pakaiannya (mobil, rumah) didapat dari hasil korupsi tetap saja dia akan dipandang hina dan dihujat oleh manusia. Di dunia saja sudah dihujat apalagi di akhirat kelak. Demikianlah ustadz semoga kita dijauhkan dari fitnah harta, tahta dan wanita. Wallahu’alam

  25. Istiqamah Saja Says:

    ini tad ada masukan bagus dari Ustad,Daud Rasyid, mungkin tepat untuk antum, akh Anis!

    Kalau ada orang menceritakan dirinya mendambakan punya rumah mewah, kendaraan mewah, atau apa saja yang menyenangkan dari dunia, sebenarnya dia sedang menceritakan kenaifan dirinya, sekaligus menyingkap keruntuhan ma’nawiyah (jati diri)nya di hadapan orang lain… apakah pantas seorang pemimpin merangsang anggotanya untuk mengejar harta, sementara Nabi Saw menyuruh ummatnya agar berhati-hati dengan harta dan dunia? (Ustadz Daud Rasyid)

  26. kader kecil Says:

    PKS sudah menjadikan partai ini sebagai INDUSTRI KEKUASAAN siapa saja yang punya MAHAR POLITIK “MONGGO”meskipun non MUSLIM padahal untuk menjadi ketua DPRa saja harus menpunyai syarat2 tarbiyah kenapa banyak calon pemimpin daerah yang bukan kader ?????
    ampuni kami ya Alloh tunjukilah kami ke jalan yang engkau ridhoi
    “SELAMAT TINGGAL PARTAI DAWAH”karena kami akan terus berdawah tanpa MU

  27. Istiqamah Saja Says:

    Akh Anis,

    ana ingin bertanya, apa antum adalah susupannya partai golkar untuk menghancurkan partai dakwah ini?

  28. AMAS Says:

    ANIS MATTA ITU PASTI INGIN SELAMATKAN INDONESIA,BELIAU PALING LAYAK JADI CAPRES PKS KARENA SMART ,KUAT DAN SIMPATIK

  29. Istiqamah Saja Says:

    Dari forum SMS FKP, 26 Nov 2008 jam 21

    STOP PRESS

    HATI2 BERITA FITNAH/POLITISASI :
    1.Td siang ada rekonsiliasi FKP dgn Anis di rmh Anis.
    2.Assalamualaikum.Slrh kader uku yg mo hadir utk menyaksikan TABAYUN ant bendahara FKP uhd ust Anis harap kumpul hari ini di rmh ust aAnis 9.00 pagi. sebarkan !

    JWBAN FKP :
    KE 2 BERITA TSB TDK BENAR KRN FKP TDK SDG DALAM KONFLIK DG SIAPAPUN.JADI FKP TDK PERLU REKONSILIASI DG SIAPAPUN JG. FKP HANYA INGIN MENGEMBALIKAN JAMAAH KE ASHOLAH DAKWAH.

  30. Istiqamah Saja Says:

    Akh Anis, mungkin ini sangat tepat untuk antum dan para qiyadah lainnya yang bergemilang kemewahan hidup, pesan bagus dari ustad didin

    Salah satu faktor yang menyebabkan runtuhnya nilai-nilai perjuangan dalam dunia politik adalah saat materi menjadi tujuan utama dan gaya serta penampilan lebih diutamakan. (Ustadz Didin Hafidhuddin, Republika 7 Agt 08)

  31. Kader Says:

    Omong besar pidato ke mana-mana tentang rekonsiliasi nasional, tapi dengan kader-kadernya sendiri, yang bahkan lebih senior ketimbang sang sekjen, tidak ada rekonsiliasi. Omong besar pidato ke mana-mana tentang menikmati demokrasi, tapi nasehat dengan sandaran Quran dan sunnah dari kader-kadernya sendiri alergi. Omong besar tentang mengelola ketidaksetujuan terhadap hasil syuro tapi usulan/masukan untuk dibahas dalam syuro saja tidak diterima (apatah lagi dibahas). Omong besar tentang kematangan tarbawi untuk menerima perbedaan, tapi perbedaan dengan saudara sendiri disikapi dengan sikap reaktif frontal (larangan bermajelis ke masjid al Hikmah, larangan mendekati para ustadz FKP, dst). Bicara ke mana-mana tentang Soeharto sebagai ustadziatul ummah (guru bangsa) dengan segala kekurangan yang harus diterima, tapi melarang kader-kadernya sendiri untuk mendekat kepada ustadz-ustadz jamaah ini sendiri. Jadi memang lebih tepat dimaknai sebagai omong besar.

  32. ikhwan pemalu Says:

    dasar ustad matrealis, bikin malu nama pks, partai dakwah

  33. ikhwan pemalu Says:

    http://www.detiknews.com/read/2008/11/28/050235/1044328/10/lsn-pknu-lebih-islami-dari-pks

    Lingkar survei Nasional (LSN): PKNU lebih Islami dari pada PKS.
    dengan rangking

    1. PKNU (76,9 persen)
    2. PPP (75,9 persen)
    3. PKB (67,3 persen)
    4. PKS (63,9 persen)
    5. PBB (61,5 persen)
    6. PAN (55,3 persen)
    7. PBR (42,9 persen)
    8. PMB (20,4 persen)

    PKS telah gagal mencitrakan dirinya sebagai PARTAI DAKWAH !!!!!

  34. belajar _sholih Says:

    (alm) Ust. Rahmat Abdullah

    Kematian Hati

    PK-Sejahtera Online: Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.

    Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.

    Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

    Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

    Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

    Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

    Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.

    Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.
    Dimana kau letakkan dirimu?
    Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut.

    Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
    Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya?

    Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?

    Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan. Mungkin engkau mulai berfikir “Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh” Betapa jamaknya ‘dosa kecil’ itu dalam hatimu.

    Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat”?

    Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan ” Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?”
    Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang “Ini tidak islami” berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?
    Sekarang kau telah jadi kader hebat.
    Tidak lagi malu-malu tampil.

    Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.

    Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.

    Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiayi”nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan “Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

    Siapa yang akan memandang ummat yang da’inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua” Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

    Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da’wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.
    Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa “westernnya” . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”.
    Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.
    Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

    Kini datang “pemimpin” ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, “toko emas berjalan” dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. “Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku”

  35. mujahid Says:

    ustadz, kita berpartai ini tidak lainhanya untuk berdakwah. bukan untuk kaya. bukan hanya pemenang untuk kalangan sendiri, tapi untuk semua. Ustadz tujuan akhir kita adalah Tegaknya Islam di muka bumi ini. Allahu Akbar!

  36. mujahid Says:

    Islam Kaffah, itu harga mati

  37. umar alfaruq Says:

    Ustadz anis rahimakumullah..

    sebenarnya kita sedang mencontoh para sahabat.

    1.ada muawiyah, usman bin affan, abdurrahman bin auf,
    2. adapula abu hurairah, ada abudzar al ghifari,
    3. tapi ingat, ada abu bakar dan umar.

    orang miskin yang sombong dan iri hati itu jahil
    orang miskin yang samahah dan senang dengan kebahagian orang lain itu luar biasa..
    orang yang mampu kaya tapi dia tidak mau kaya itu bodoh.
    orang yang mampu kaya, kemudia ia kaya dan semakin taqarrub kepada Allah. ia yang utama..
    tapi seutamanya ialah mereka yang zuhud. dunia ada ditangannya. tapi singgah dihatinyapun tidak…

    ustadz, ana usulkan, antum dan kita semua mencontoh abu bakr dan umar..dimana fithrah mereka yang cinta akan kesenangan dikalahkan dengan kesadaran posisional. sebagai Qaid. qiyadah

    qaidna bin danu..
    ya takhwif amrikaa..
    bi silahil imaan
    wa silahunal hizb..

    amiruna matta
    addinumatkhalla
    wa jaisyuhu baauh..
    arwahuhum lillah

  38. kader kecil Says:

    jangan jadikan dawah kami ini sebagai lahan “INDUSTRI KEKUASAAN”
    dengan mencari income dari mahar politik .

  39. bilik hati Says:

    jangan sampai harta mematikan cahaya hati kita. lindungilah kami YAA RABBII

  40. Imam As Syuhada Says:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

    Ehm.. saya cuma mau menyampaikan… kamu muda Islam.. kini menunggu para pemimpin muda. saya.. sangat ingin suatu saat nanti INdonesia ini menjadi negeri Islam.. Dan saya yakin, bahwa perubahan ini,jika PKS mau.. maka PKS harus bisa.. karena PKSlah yang pertama kali mencetuskan ide tentang pemimpin muda.. Tapi,saya juga sangat meminta.. pemimpin muda yang ada hendaklah benar2 berkualitas.. jangan sampai setelah sampai di DPR, para pemimpin muda tersebut cuma bisa melakukan manuver2 politik yang hanya bertujuan untuk dirinya sendiri.. jika sudah begini.. hilanglah kepercayaan masyarakat terhadap kamu muda ISlam.. pada akhirnya.. mereka hmenganggap kamu muda sebagai pemimpin yang cuma bisa berteori saja..

    Saya,sebagai aktivis dakwah sekolah… cukup merasakan secara langsung betapa hancurnya pemikiran kaum muda sekarang…

    DAn saya berharap… kalau ustad anis matta berpihak kepada kaum muda yang mau berubah… apa yang akan dilakukan PKS terhadap kaum muda sekarang??? karena sekarang sangat banyak kaum muda yang ingin mengubah negerinya.. hanya tidak ada fasilitasnya…

  41. beninghati Says:

    Assalamualaikum, ustadz Anis yang ane cintai karena Allah…
    Ane termasuk sebagian orang yang mengagumi ide-ide antum yang progresif, ane bisa menangkap semangat dan gagasan antum dalam ceramah maupun tulisan-tulisan antum.ide-ide antum berhasil mengubah paradigma ane tentang harta dan kekayaan. Ane pns pajak ustadz, dan dulu ane berprinsip cukup-tidak cukup itu penghasilan ane (mengingat maraknya korupsi di lingkungan kerja). Tapi setelah membaca gagasan2 antum, ane jadi mikir (apalagi setelah dapat amanah si kecil yang imut), ane harus keluar dari zona nyaman, dan jadilah… ane masih pns, tapi sambil nyambi bisnis, alhamdulillah sekarang udah bisa nyicil rumah. Zakat n shadaqah jadi list pertama pengeluaran bulanan. Ane setuju banget, kalo harta dipegang orang yang baik2 larinya juga tidak jauh dari tempat yang baik… Jazakallah ustadz, semoga keberkahan akan senantiasa menyertai kita dan ane doakan ’semoga badai cepat berlalu’. Tetap istiqomah menyirami kami dengan optimisme… wassalam

  42. rasimin Says:

    ust…
    ana butuh penjelan tentang bagimana memberi jawabab tentang orang yang mengnggap kaya di dunia adalah salah….
    dan dasar-dasar kta dalam nebjawabya..

    mang butuh kaya ….
    kapan kita infak klo kita miskin…
    ifak aja ga sanggup apalagi………????/ yang laen

  43. abu abdullah Says:

    تَتَّبِعَنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوْهُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَلْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى. قَالَ: فَمَنْ. (رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح).
    Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z, shahih).

  44. Penasehat adam Says:

    good mr anis, kamu satu dari sebagian yang kami banggakan. Semua harus disadarkan pentingnya uang. manusia bukan hanya butuh makan, tapi juga butuh hidup, dan hidup kaya. nasehati mereka semua, jangan jadi kader pks seperti salafi atau tablig, tak tahu pentingnya uang. i love you anis, teruslah berkata, karena kata-kata mu senjata bagi mu dan juga kami, maju terus.

  45. fai Says:

    peace man!!! gimana kita bisa zuhud kaloo kita belum merasakan dunia. Rosulullah zuhud itu adalah pilihan karena beliau sdh merasakan dunia, sudah kaya gtu lo.. nah kalo kita kaya juga belum dah bilang zuhud. mnurut ane sih tu bkn zuhud tapi pembelaan akan ketidakmampuan, kemalasan ato dalih kelemahan kita aja. so be wealth then be zuhud…ok!!!

  46. harisst Says:

    muamalah adalah masalah furu’, seharusnya tulisan ini berimbang tidak hanya membahas menjadi kaya, karena 4JJI menciptakan kaya dan miskin sebagaimana rasulullah menyampaikan hadits secara tawazun akan masing-masing kelebihan dan kekurangan orang miskin maupun orang kaya sehingga tidak menjadi kontroversi. apa yang layak untuk suatu forum terbatas tentunya tidak layak untuk semua khalayak.

  47. saudara seiman Says:

    ikhwah sekalian masih banyak wacana dan agenda da’wah yg harus kita tunaikan…….

    jangan kita tersibukan akan kekhilafan saudara kita…..
    ingatkan dia…doakanlah….semoga allah senantiasa melimpahkan rahmat atasnya…

    janganlah kita sampai menghujat apalagi sampai bersikap yg tidak sesuai adab2 keislaman kita dalam berdialog…

    ingatlah…seorang muslim itu bagaikan satu batang tubuh yg apabila salah satu sakit maka yg lainnya pun demikian……

    bersatulah jangan bercerai berai…
    tentunya syeitan dan musuh2 kita tengah senang melihat situasi ini….

    benahi kembali pemahaman kita …apa tujuan da’wah ini dan mau dibawa kemana…dan bagaimana pertanggungjawabanya nanti…

    janganlah kita jual ayat2 allah dengan harga murah…jangan kita gadaikan iman kita hanya karena kekuasaan, jabatan dan harta….

    mari saling instropeksi….dan mulai menata kembali barisan kita tuk mencapai GENERASI RABBANI…..

  48. saudara seiman Says:

    mohon maaf bila menorehkan lupa dihati mu..saudaraku…karena ana berharap kita tidak berpecah dan saling menghujat……..

  49. saudara seiman Says:

    mohon maaf bila menorehkan luka dihati mu..saudaraku…karena ana berharap kita tidak berpecah dan saling menghujat……..

    dan bagi orang yg tidak bertanggung jawab…janganlah memanfaatkan situasi ini…dengan turut memanas manasi…karena allah tahu tipu daya mu….

    bagi yg ingin keluar di jamaah…apakah orientasi antm berda’wah karena tokoh…
    bila ia salah maka kau tinggalkan……kita membangun bersama…maka kita pun turut menjaga dan membenahinya pula…jangan menjadi seseorang yg kerdil hatinya..dan kanak2 dalam penyikapan masalahnya….

    sikapi masalah ini…dengan penuh keikhlasan seraya berharap keridhoan-Nya…jangan terjebak pada jerat emosi…

    bila antm terjebak…maka antm tengah terjerumus pula kedalam lingkaran belenggu syaithan……..

    mari kita tatap hari esok dengan penuh optimis dan mulai menyemai kembali benih2 ukhuwah kita semua dalam bingkai yg harmonis dan konstruktif…………barakallah…………

  50. sang pengagum Says:

    semangat om anis

  51. anwar Says:

    Hiduplah dengan Luar Biasa, Bersikaplah Sederhana,
    Jadi berusahalah dengan luar biasa, capailah kegemilangan hidup baik dari segi materi, ilmu,rohani dan jasmani lalu bila itu semua tercapai bersikaplah sederhana, tidak merendahkan orang lain yang tidak mampu, berbuat baiklah kepada sesame, tidak bermegah – megahan, dan tak ada alasan apapun yang membenarkan kita hidup melebihi kebutuhan, karena itu sudah termasuk berlebih -lebihan.

  52. yg menyayangi ust annis karena allah Says:

    Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

    Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapatajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
    menjalani segala sesuatunya.Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan ata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
    jauh di dalam dada anda.

    Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
    keberhasilan anda.

  53. bayu satria putra("pesan dari kader untuk qiyadah") Says:

    muhammad yunus(muslim peraih nobel perdamaian2006)berkata, “work heart bukan work hard”……

    siapakah pejuang ikhlas itu?

    ia seorang yg meraih nobel karena berhasil menjadikan 25.000 pengemis di negaranya(bangladesh) menjadi seorang wirausaha dengan mendorong mereka untuk menjadi pelaku usaha aktif dalam tempo kurang dari 1 tahun. dengan grameen bank yg didirikannya, pada tahun 2004 bank ini telah menyalurkan pinjaman mikro sebesar US$4,5 miliar, dengan recovery rate sebesar 99%…lebih dari 3 juta orang telah menjadi nasabahnya..grameen bank yg didirikannya telah beroperasi di lebih dari 46.000 desa , mempekerjakan 12.000 karyawan, dan lebih dari 100 negara mengadopsi sistem ini.

    bagaimana ia membangun peradaban baru itu?

    yg saya(bayu) perlu di garis bawahi disini…ia adalah seorang profesor ekonomi di universitas chittaggong bangladesh. sebagai seorang akademisi ia tahu bahwa dalam prinsip ekonomi yg dipelajarinya adalah hal yg tidak mungkin memberi pinjaman kepada seseorang yg miskin dan tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan. tapi sekali lagi karena keikhlasan dan hanya keridhoan Allah yg dicari olehnya maka ia keluar dari segenap prinsip ekonomi dan kalkulasi matematis manusia. tatkala pemerintah dan ahli ekonomi di negaranya meragukan gagasannya…ia tetap berlapang dada dan fokus pada cita2 mulianya. tidak ada simbolisme dan cita2 kemewahan yg ditanamkannya. ia hanya ingin merubah alur berpikir manusia untuk tidak mengagung-agungkan rasionalitas dan sejumlah literatur yg mereka kuasai, namun kembali menjadi seseorang yg bekerja dengan hati dan cita2 mulia dengan menggerakan para kaum pengemis di negaranya untuk terlibat aktif dalam wirausaha dengan mengembangkan potensi mereka.

    lantas apa hasilnya?

    mereka (kaum pengemis) di negaranya dengan sendirinya membuang mangkuk-mangkuk kaleng yg menandai profesi lama mereka. mereka menjadi wirausahawan. dengang demikian para pengemis bangladesh tadi memasuki cara berpikir baru mereka.

    bagaimana mekanisme gramen bank yg dibangun muhammad yunus?

    yunus mendirikan grameen bank( grameen berarti daerah pedesaan atau kampung) untuk kaum papa di bangladesh. untuk memperoleh pinjaman grameen, mereka harus mentaati peraturan (inilah yg saya anggap sebagai suatu pola pendisiplinan). grameen hanya memberikan kredit pada peminjam individual yg membentuk kelompok berjumlah lima orang.gagasannya adalah memberikan tekanan kelompok agar anggota-anggotannya menjadi lebih bertanggung jawab untuk mengembalikan pinjaman. cara ini lebih dikenal sebagai ” group solidaritas”, dimana setiap anggota kelompok kecil ini bertindak sebagai rekan-panjamin pembayaran dan mendukung usaha satu sama lain. segera setelah pinjaman diterima mereka sudah harus bekerja, berusaha dan mulai mencicil pada dua minggu berikutnya.

    Aspek penumbuhan bukan pemanfaatan, sebuah cita2 mulia yang tidak dibagun oleh orientasi materi dan kemewahan…..

    ada kiranya menarik bila kita mendengar komentar muhammad yunus dalam wawancara khususnya dengan Sthepen Covey. ia berkata, ” saya meninggalkan pola pikir seekor burung, yg memungkinkan kita melihat segala sesuatunya dari atas, dari langit. saya mulai melakukan pandangan seekor cacing, yg berusaha mengetahui apa saja yg terpapar persis didepan mata saya- mencium baunya, menyentuhnya, dan melihatnya apakah ada sesuatu yg bisa saya lakukan?”

    dan akhirnya…..

    kini, sesuatu telah berubah. berkat terobosan yunus, “MICRO FINANCE”,telah diterima diseluruh dunia. saat ini lebih dari 100 negara yg mengadopsi sistem ini. mereka semua datang ke bangladesh, ke grameen untuk belajar memberdayakan rakyat miskin……alhamdulillah

    sekian,
    salam mahasiswa

    Bayu satria putera

  54. PERTANYAAN BESAR UNTUK QIYADAHKU Says:

    Kenapa 1 orang Muhammad Yunus, dengan uang 27 dollar dari dompetnya bisa meningkatkan kesejahteraan 7 juta orang dan menciptakan bisnis raksasa US$ 6,38 Milyar (60 Trilyun!), sedangkan kadang seorang pemimpin bangsa dengan budget ratusan trilyun (pertahun), dan pasukan orang-orang terpintar di negeri itu sebagai pembantu-pembantunya, dan jutaan aparat di seluruh negeri, kesulitan berbuat sesuatu yang berarti?

  55. Hamba Allah Says:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Afwan, pa bener Ust. Anis Matta punya friendster…….???????
    Klo bener punya, apa alamatnya????????
    Jazakallah Khoir

  56. bayu satria putera (pks..harapan baru 2009...harapan itu masih ada) Says:

    SEMANGAT USTADZ ANIS………ini hanya masalah pada cara penyampaiannya saja………….fokus 2009

  57. Setia selalu..ngomong Says:

    Teruskan perjuangan ustadz, makin tinggi pohon.. makin banyak anginnya.

  58. h2 Says:

    As.ww ternyata rame juga ya blog ini, tulisannaya bagus trus bantahannya juga menarik. tapi 1 hal yang memang saya ketahui, PKS tetaplah PKS dengan sejuta pesonanya, Ust. Anis saya adalah orang yang selalu rindu akan nasihat baik mu, tetap maju dan jayakan dakwah di bumi ini, Allahuakbar!!!

  59. mutia.hati Says:

    Selamat…
    3 komentator terakhir sudah masuk ke FKT alias Forum Kader Taqlid atw
    Forum Kader Thoat atau Forum Kader Tsiqoh…

  60. Kinanti Says:

    Assalamua’alaikum Ustadz.
    Saya membaca tulisan ustadz tentang uang ini berkali-kali. Saya percaya ustadz bermaksud baik untuk memotivasi para kader untuk berdaya. Hanya mungkin ustadz terlalu dini untuk membicarakan uang diantara morat-maritnya ekonomi kader PKS. Saya lihat, kader nyaris jarang yang malas. Hanya kalau bisnis sering bangkrutnya ketimbang berhasilnya.

    Agenda pilkadal, pemenangan pemilu, liqo dsb. menuntut kami untuk menyingsingkan lengan baju. Jungkir balik kami berwirausaha tetap saja kalah dengan “kecepatan” kekayaan para anggota dewan PKS yang kami usung. Kami tetap menjadi ujung tombak untuk mengusung nama-nama mereka dan menjajakan pada masyarakat yang kemudian memilih mereka. Sementara kami tetap bukan siapa-siapa.

    Apakah ini satu bentuk hasad, kepada anggota dewan ?
    Tidak, ustadz. Insya Allah. Setiap orang memiliki takaran sendiri-sendiri soal urusan harta. Hanya boleh khan saya memprihatinkan tingkah laku oknum anggota Dewan PKS dan para istrinya yang kian silau oleh kenyamanan-kenyamanan dunia ini, sehingga lidahnya sudah tidak fasih lagi untuk taujih tarbiyah ruhiyah, lebih fasih berbicara remeh temeh soal dunia. Yang menyedihkan yang menjadi aleg itu adalah para qiyadah.

    Ustadz, terus terang saya nyaris kehilangan kepercayaan dan rasa hormat. Jadi, bagaimana mungkin untuk pemilu 2009 ini, amanat saya berikan kepada mereka. Bukankah sudah bukan rahasia lagi sekarang ada aleg yang sudah sibuk menimbun hartanya, karena khawatir tak terpilih lagi. Dan ada juga yang nyaman bertengger menjadi anggota dewan, bahkan tak cukup dua kali, sedangkan kami kader dibawah tak merasakan ‘kehadiran’ dan ‘manfaat’ mereka menjadi wakil kami.

    Ustadz, saya akan tetap memilih PKS. Harapan itu masih ada. Hanya saja saya akan sangat selektif memilih, kepada siapa suara itu saya berikan.
    Jazakumullahu khairon katsiron.

  61. Pilu Says:

    apakah benar pks anti maksiat?

    apakah benar pks anti korupsi?

    apakah benar pks tidak berusaha menegakkan syariat islam?

    apakah benar pks partai dakwah?

  62. gaza Says:

    Ustadz Anis Matta Berkata :

    “Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani. Atau, jika mereka adalah kamu sendiri, maka terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri”.

    Gaza Berkomentar :

    He..he…he…bener ustadz…bener….
    ck..ck…ck…..memang ustadz kita yg satu ini kaga ada padanannya…
    hebat…4 jempol ustadz….he..he…
    kaga ada padanannya….
    emang…
    wong ustadz ikhwah kaga ada yg kaya gini…he..he..

  63. g a t Says:

    Yang belum kita ketahui scr pasti adalah, bagaimana ust Anis merintis bisnisnya sejak awal. Apa saja bisnisnya, kesulitan-kesulitannya, keberhasilan2nya, dan cara mensinergikan bisnis dengan dakwah serta aktivitas di partai.

    Bagaimana Ustad, dapatkah berbagi pada kami perjalanan berbisnis Ustad?

    Tentu ini juga akan menjadi salah satu bentuk bayan dari Ust., dan pembelajaran untuk kita semua

    Ayo, mari kedepankan sikap tabayyun, hindari sikap menilai secara cepat tanpa klarifikasi langsung dengan sumbernya. Saya prihatin , kebebasan berbicara di sini diartikan beberapa pendapat di atas dengan “bebas-sebebas2nya”.
    Allah Maha Mengetahui persis apa saja opini yang udah kita lontarkan, beserta apa-apa yang disembunyikan dalam hati.

  64. gaza Says:

    g a t Says:
    February 25th, 2009 at 8:26 pm

    Saya prihatin , kebebasan berbicara di sini diartikan beberapa pendapat di atas dengan “bebas-sebebas2nya”.
    Allah Maha Mengetahui persis apa saja opini yang udah kita lontarkan, beserta apa-apa yang disembunyikan dalam hati.

    gaza menanggapi :

    nyantai lah akh/ukh….
    kalo kader sekarang rada keras dan tajem….itu bukan lah berdiri sendiri, selalu ada hukum sebab akibat di sana…
    dengan jurus dewa mabok yang di pake saat ini…wajarlah kader ingetin,
    kholifah umar bin khatab aja pake pedang kan……
    ini kan baru opini….
    nyantai lah…..

  65. g a t Says:

    gaza menanggapi :
    nyantai lah akh/ukh….i

    Insya Allah nyantai, bro/sister gaza..
    hanya mengingatkan,sementara banyak opini tentang ide uang ini, sang narasumber tokh belum memberi tanggapan apa2.
    kader memang harus kritis selain kepada Rasulullah.

    gaza :
    dengan jurus dewa mabok yang di pake saat ini…wajarlah kader ingetin,
    kholifah umar bin khatab aja pake pedang kan……

    Jaman khalifah Umar, mungkin umat di sana memberi kritikan dengan “tingkat kekerasan” dan “ketajaman” yang berbeda dengan masa sekarang.
    Namun ingat, kritikan tersebut disampaikan secara langsung.
    Sehingga pemberi masukan dan yang diberi dapat langsung menatap wajah, membaca mimik, dan berkomunikasi secara sempurna.

    Sementara media ini, internet, tentu terbatas. Opini apresiatif maupun kontra berseliweran di manapun. Tanpa ada yang mengetahui persis identitas masing2. Identitas saya misalnya.

    gaza:
    ni kan baru opini….
    nyantai lah…..

    Yup, baru opini akh..
    Saya hanya mengingatkan rekan2 saja, kok. Apalagi bagi rekan yang sudah memberi opini kurang setuju.
    Kita muslim. Kita diberi tatanan bagaimana memberi pandangan, yaitu dengan kesantunan.
    Kita hindari prasangka buruk. Prasangka baik saja, dan komunikasikan langsung pada Ust. Anis
    Bagaimana,Ust. ? Sudah banyak komentar lho..

  66. gaza Says:

    gaza = male = ikhwan = cowo = laki ……afwan, klarifikasi.

    g a t Says:
    February 25th, 2009 at 10:18 pm

    Yup, baru opini akh..
    Saya hanya mengingatkan rekan2 saja, kok.

    Gaza Menanggapi : yup…..ok. sepakat.

    Kita hindari prasangka buruk. Prasangka baik saja, dan komunikasikan langsung pada Ust. Anis
    Bagaimana,Ust. ? Sudah banyak komentar lho..

    Gaza Menanggapi :

    Insya Allah..beliau baca koq….
    kalo gaza dapet dari temen yg sms beliau, pertanyaan nya sama ama antum gitu…..sudah di jawab siy. tapi gaza ga mau bilang, nanti di cap pake jurus ghibah, najwa, dll lagi….

    dari materi nya kan udah jelas…..
    dan udah di luruskan atau di koreksi para asatidz kabir kan semisal DR. Daud Rasyid, MA, Farid Nu’man, Idris A. Somad.
    udah baca dong ??
    udah tau dong miss beliau yg bikin materi harta ini dimana ?

    tinggal antum sepakat apa engga ?
    gitu aja….

    lagian niy maunya gaza, di adakan PANEL :

    DR. DAUD RASYID, MA/Idris A. Somad dgn Anis Matta, Lc

    setuju ga tuh ? :
    biar kader tambah cerdas…
    dan tentunya clear…

  67. g a t Says:

    Gaza Menanggapi :
    Insya Allah..beliau baca koq….
    kalo gaza dapet dari temen yg sms beliau, pertanyaan nya sama ama antum gitu…..sudah di jawab siy. tapi gaza ga mau bilang, nanti di cap pake jurus ghibah, najwa, dll lagi….

    g a t responds :
    Setuju, media ini tidak tepat untuk menggandakan jawaban narasumber, terlebih dari temen. Punten ini mah, bukan berarti saya meragukan berita dari temen gaza..

    gaza melanjutkan:
    dari materi nya kan udah jelas…..
    dan udah di luruskan atau di koreksi para asatidz kabir kan semisal DR. Daud Rasyid, MA, Farid Nu’man, Idris A. Somad.
    udah baca dong ??
    udah tau dong miss beliau yg bikin materi harta ini dimana ?
    tinggal antum sepakat apa engga ?
    gitu aja….

    gat :
    Afwan,saya belum baca tulisan yang antum maksud.
    bagi saya, ini pembahasaan Ust Anis tentang kekuatan visi, afirmasi, juga “law of attraction” yang marak di barat sana, dan memang ide2 ini yang membuat masyarakat barat memiliki mentalitas (dan hidup yang relatif) berkelimpahan.

    Wajar jika Ust menukil beberapa karya penulis seperti Kiyosaki, N.Hill, meski non-muslim. Setiap hikmah, dari manapun asalnya, milik umat muslim dan harus dikuasai.
    Prasyarat bagi pergerakan ini untuk dapat menginspirasi dan memimpin dunia salah satunya adalah (bukan yang utama) kapital.

    sebagai pembaca tulisan ust, tentu saya tidak memilih untuk menelan secara literal kalimat-kalimat “mengelus-elus mobilnya” sehingga saya berusaha mengelus-elus mobil bentley misalnya.. tentu tidak..^_^

    Kemampuan untuk menciptakan impian, merealisasikannya.sehingga bisa ikut mensejahterakan umat. Menyediakan lapangan keja, di ambang masa resesi seperti sekarang. Itu esensi yang saya dapat
    Semoga, 10 tahun ke depan, daftar orang Indonesia terkaya versi majalah Forbes mencantumkan nama-nama kader kita, dengan cakupan bisnis dan dampak sosial yang masif bagi umat.

    Untuk Ust Anis, kembali saya “rayu”, agar bersedia membagi pengalaman dalam berbisnis.. Komentar di tulisan ini,dibanding tulisan lain, paling rame,Ustad.
    Hmm,banyak yang sayang sama Ustad nih..^_^

    gaza :
    lagian niy maunya gaza, di adakan PANEL :

    DR. DAUD RASYID, MA/Idris A. Somad dgn Anis Matta, Lc

    setuju ga tuh ? :
    biar kader tambah cerdas…
    dan tentunya clear…

    gat : sip.setuju. dan bisa menjadi akhir dari polemik tentang konsep ini.

    Yuk,ah.. beropini secara santun di internet.

  68. gaza Says:

    gat says :

    Afwan,saya belum baca tulisan yang antum maksud.

    Gaza Menanggapi :

    Silahkan antum baca materi berikut dari DR. Daud Rasyid, MA sebagai penyeimbang dari apa yang sudah antum fahami sekarang ini. semoga bermanfaat dan mencerahkan :

    Fitnah Harta
    oleh Dr. Daud Rasyid, MA

    Harta adalah alat penunjang kehidupan manusia. Tanpa harta kehidupan berjalan dengan sulit. Ia juga dibutuhkan dalam perjuangan mewujudkan cita-cita. Harta memang secara naluri, dikejar manusia. Di dalam Alqur’an, Allah swt memberitahu hal itu, “dan sesungguhnya manusia mencintai harta itu, sangatlah hebat.”

    Tanpa diajari atau dirangsang, manusia sudah dengan sendirinya mendambakan punya harta yang banyak. Karena harta berpotensi mendatangkan kesenangan. Yang perlu dipelajari manusia adalah bagaimana mendapatkan harta dengan cara yang benar. Juga bagaimana mengelola harta dengan benar, agar ia tidak berubah menjadi fitnah.

    Jadi kalau ada orang menceritakan dirinya mendambakan punya rumah mewah, kendaraan mewah, atau apa saja yang menyenangkan dari dunia, sebenarnya dia sedang menceritakan kenaifan dirinya, sekaligus menyingkap keruntuhan ma’nawiyah (jati diri)nya di hadapan orang lain. Karena Islam diturunkan bukan untuk mengajari manusia mencintai semua itu. Tanpa diajaripun, kesenangan dunia, sudah melekat pada diri manusia.

    Justru kedatangan Alqur’an untuk mewanti-wanti manusia akan bahaya harta. Karena harta berpotensi menyeret manusia kepada kebinasaan di dunia dan akhirat. Harta berpotensi melalaikan manusia dari Allah. Harta berpotensi melupakan manusia dari tujuan hidupnya yang hakiki, yakni mencari kesenangan akhirat.

    Tanpa harus dikomentari, silakan baca ayat-ayat berikut ini: 1). Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan kesenangan yang menipu. 2). Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan permainan dan lahwun. 3). Apakah kamu lebih suka pada kehidupan dunia ketimbang akhirat, maka tidaklah kesenangan hidup dunia di akhirat melainkan hanya sedikit (at Taubah:38). 4). Dijadikan indah dalam pandangan manusia, kecintaan pada syahwat dari perempuan, anak, tumpukan emas, perak, kuda tunggangan, hewan ternak, dan pertanian. Yang demikian itu adalah kesenangan hidup di dunia, dan Allah memiliki tempat kembali yang jauh lebih baik (Ali Imron 14). 5). Carilah apa yang didatangkan Allah bagimu berupa negeri akhirat. Dan jangan engkau lupakan bagianmu di dunia (al-Qashash: 77).

    Masih banyak ayat lain dengan nada serupa, menceritakan rendahnya hakikat dunia dan harta di mata Allah. Dan Allah memperingatkan orang-orang beriman agar tidak tertipu oleh dunia yang telah banyak menggelincirkan umat lain di luar Islam.Tapi tidak satu pun ayat Allah atau hadits Nabi yang menggesa manusia untuk mengejar harta dan kenikmatan dunia, apalagi dengan mengatakan “jangan tanya darimana sumbernya”.

    Tak diragukan, ucapan itu hanya muncul dari golongan ‘Ahlud Dunia’. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin manusia mengganti Tuhannya dari Allah menjadi hawa nafsu. Mengganti alhaq menjadi albatil.Terjemahannya dalam dunia politik praktis, mengganti calon kepala daerah yang soleh tapi dananya terbatas, dengan calon yang koruptor asal uangnya banyak.

    Jika pola pikir seperti ini tidak pantas ada pada seorang mukmin biasa, apalagi pada level seorang pemimpin (al Qa’id atau Imam). Jika itu benar-benar terjadi, maka inilah namanya qiyadah sedang menebar racun kepada bawahannya. Atau juga bisa dikatakan sang Imam sudah batal wudhu’nya, sehingga keimamannya sudah tidak sah lagi.

    Dalam sebuah ayat, Allah benar-benar melarang hamba-Nya melirik kekayaan/kelebihan yang dimiliki orang lain. Ayat itu berbunyi sebagai berikut: “Janganlah kamu mendambakan apa yang diberikan Allah kepada sebagian kamu di atas sebagian lain.”

    Jadi artinya apa? Memperhatikan kesenangan orang lain, kemudian mengkhayal-khayalkan kelebihan yang dimiliki orang lain, ternyata dalam perspektif Qurani, adalah perbuatan tercela, dan merusak muru’ah.

    Konon lagi mengelus-ngelus mobil mewah orang, terpesona dengan rumah orang, mirip seperti orang sedang mengalami gangguan kejiwaan, wal ‘Iyadzu billah. Orang-orang mukmin tak perlu diajari mencintai harta. Ajaran itu justru adalah ajaran syetan. Hanya syetan yang mengajarkan cinta harta. Yang perlu diajarkan kepada orang-orang mukmin, agar tetap tabah menghadapi rintangan dalam perjuangan.

    Perjuangan sungguh memerlukan kesabaran yang luar biasa. Apalagi perjuangan menegakkan Dienullah. Tetapi ganjaran yang dijanjikan Allah di balik perjuangan itu adalah aljannah, sebuah kesenangan tanpa batas, tak pernah terlintas di benak manusia, tak pernah terlihat di dunia dan tak pernah kedengaran sebelumnya.

    Kesenangan yang ada di sini (dunia) hanyalah kesenangan palsu; jika ada, ia disyukuri, tak perlu menyibukkan. Jika tidak, tak perlu bersedih. Justru kesedihan kita, apabila kita kehilangan iman dan idealisme. Jika sebuah kemenangan diraih, ia bukan kenikmatan yang perlu ditepuki, tetapi justru amanah yang harus dipertanggungjawabkan pada hari tidak ada sesuatu pun yang dapat disembunyikan, perhitungan sangat keras dan dahsyat.

    Begitulah seharusnya nasihat seorang pemimpin yang istiqomah di jalan Allah. Sebagaimana dulu nasehat Khoirul Anbiya’ Muhammad Saw kepada shahabatnya seperti dilaporkan oleh Abu Sa’id al-Khudry r.a, beliau berkata, ketika kami duduk di sekitar mimbar Rasul, kudengar beliau bersabda, “Yang paling kutakutkan pada kalian, jika dibukakan Allah kepada kalian kesenangan dunia dan gemerlapnya.”

    Jika nash-nash yang ada kita perhatikan, Allah dan Rasul-Nya tidak mengkhawatirkan umat ini akan bahaya kekurangan dan kemiskinan, sebagaimana peringatannya terhadap kesenangan, harta dan dunia. Artinya, orang tidak akan sampai jatuh dalam dosa besar karena kemiskinannya. Tetapi manusia bisa jatuh dalam dosa besar karena kekayaan yang dia miliki. Bahaya-bahaya apa sajakah itu? Mulai dari sumber kekayaan itu.

    Seseorang banyak menjadi kaya dengan cara yang tidak halal. Setelah menjadi kaya, ia tidak kuat menghadapi dorongan hawa nafsu yang muncul karena harta. Karena dengan harta yang banyak, pintu-pintu maksiat terbuka luas di hadapannya. Dalam kondisi ini banyak orang yang tidak kuat menahannya. Oleh karena itulah dalam suatu kesempatan, Nabi Saw memberitahukan bahwa cobaan paling berat bagi Bani Israil adalah perempuan. Sedang cobaan yang paling berat bagi ummatku adalah harta (Hadits Shohih).

    Lalu apakah pantas seorang pemimpin merangsang anggotanya untuk mengejar harta, sementara Nabi Saw menyuruh ummatnya agar berhati-hati dengan harta dan dunia?!

  69. g a t Says:

    Jazakallah akh gaza untuk kiriman tulisan DR Daud Rasyid, MA

    Izinkan saya berpendapat di sini tentang tulisan Ust Anis Matta dan DR. Daud Rasyid.

    Kedua tulisan ini saling menguatkan. Jika tulisan Ust Anis (kita singkat menjadi t1) menggugah semangat untuk menjadi kaya sebagai modal dakwah, maka tulisan DR. Daud Rasyid (t2) mengingatkan kita agar senantiasa menyadari bahaya fitnah harta.

    Garis besarnya, T1 menawarkan ide bahwa, Islam menyuruh kita menjadi kaya, kemudian menjawab pertanyaan mengapa kita miskin, serta memperbaiki pola pikir tentang uang. Seluruh bangunan tulisan T1 dibingkai dengan pesan yang jelas, untuk apa uang itu nantinya. Dakwah.
    Harus kita akui, mayoritas perputaran uang di Indonesia bukan di tangan umat muslim. Dan kondisi ini yang harus diubah. Demi dakwah. Ini pesan T1

    Sementara T2 mengingatkan kita untuk tidak hidup untuk mengejar kemewahan, kekuasaan, dan harta semata. Bahwa Islam sangat tegas dan rinci mengatur umatnya untuk tidak terjebak dalam nikmat semu. Semangat mengejar kemenangan dalam kehidupan dunia dan akhirat haruslah seiring. Salah satu perintah dalam adzan, bukankah menggugah kita untuk mencapai kemenangan ? Dan kemenangan memiliki arti yang sangat luas. Salah satunya supremasi ekonomi demi kemaslahatan umat.
    T2, dalam pandangan saya, ditulis untuk mengingatkan dan mencoba mengkritisi T1, terutama beberapa kalimat T1 seperti ..
    “mengelus-elus mobil mewah teman, rumah megah”.
    Memang agak “nyentrik” pilihan kalimat yang dipilih T1. Bagi saya, malah lucu. (Saya membayangkan mimik Ust Anis saat membaca kalimat tersebut..^_^)
    Namun,kita bisa melihatnya sebagai contoh membangun kekuatan afirmasi. Menanamkan keyakinan dan kekuatan visualisasi untuk mendapatkan yang kita inginkan.

    T2 juga memuat adanya ayat dalam Al Qur’an yang melarang muslim menginginkan barang-barang yang dimiliki saudaranya, hanya Dr. Daud Rasyid tidak mencantumkan, surat mana yang dimaksud.
    Barangkali rekan2 tahu surat apa yang dimaksud ?

    T2 juga mengingatkan agar proses pencarian harta senantiasa dalam batasan halal. Ini menguatkan pandangan T1
    Saya memahami kekhawatiran T2. Karena T1 belum mencantumkan secara rinci, ikhtiar apa saja yang bisa diceritakan, selain perlunya mentalitas optimis, pola pikir kehidupan yang melimpah, membangun silaturahmi, serta tetap meningkatkan keshalihan.

    Akhirnya, saya hanya bisa menghimbau bagi seluruh rekan, untuk bisa jernih memahami tulisan pemimpin kita.

    DR Daud Rasyid dan Anis Matta tentu bukanlah Rasulullah. Dapat kita kritisi dan belum tentu sepenuhnya benar. Namun dengan santun dan cinta, tanpa prasangka buruk, apalagi menilai scr tergesa-gesa dan akhirnya menguatkan prasangka buruk tersebut. Ada tabayyun yang bisa dilakukan.
    Maaf jika ada salah kata
    Wallahu’alam

    Marilah menuju kemenangan ! Marilah menuju kemenangan!

  70. gaza Says:

    afwan baru bisa menanggapi tulisan antum. afwan akh, tidak sependapat dengan antum. Ya akhi….taujih itu telah sedikit banyak mencederai aqidah kita pada Allah dengan sadar atau tanpa disadari untuk menghamba pada HARTA, apalagi taujih awalnya adalah berjudul “taujih dari qiyadah untuk para kader da’wah” KADER DA’WAH AKHI………tentulah mereka komunitas yang telah menjual diri mereka, jiwa dan raga mereka kepada Allah dan di tukar dengan surga akhi…..

    mengapa ada seoarang qiyadah yang menganggap para kadernya masih perlu di taujih yang demikian akhi……apakah ini gambaran sesungguhnya para kader da’wah ini.

    kalau lah demikian, pantes lah kalau qiyadah kita mengeluarkan satement seperti itu. pemimpin tidak lah jauh dari cerminan masyarakatnya. pantes lah telah terjadi krisis para diri kader da’wah ini, krisis kepemimpinan, krisis keimanan, krisis intelektualitas.

    bagaimana lah mungkin harokah da’wah yang punya cita-cita besar, ustadziyatul ‘alam (soko guru alam semesta), namun para qiyadah dan jundi nya, masih berfikir pusing tentang harta.

    wallahu ‘alam…..afwan.

  71. gaza-ASLI Says:

    “TERJANGKITNYA MENTAL GELANDANGAN….”

    Sudah 85 tahun sejak peristiwa tragis tersebut berlangsung. Sedemikian jauhnya pemahaman dan pengalaman umat Islam mengenai realitas kehidupan di bawah naungan tatanan khilafah Islam sehingga banyak muslim yang menyangka bahwa sistem kehidupan dengan konsep nation-state dewasa ini merupakan sebuah sistem yang cukup memuaskan dan sudah final. Padahal kehidupan dengan sistem nation-state bagi umat Islam merupakan sebuah kehidupan darurat laksana para gelandangan yang terpaksa membangun bedeng sebagai rumah sementara karena raibnya rumah mereka yang semestinya. Mungkin karena sudah terlalu lama ”menikmati” hidup di bedeng-bedeng akhirnya mereka mulai menyesuaikan diri dan terbius untuk meyakini bahwa memang sudah semestinya mereka nrimo hidup tanpa pernah lagi punya rumah semestinya. Awalnya hanya terpaksa menjadi gelandangan, lama kelamaan secara sukarela meyakini dan menumbuhkan mentalitas gelandangan di dalam jiwa…!

    Lalu bagaimana gerangan nasib umat Islam selanjutnya? Berdasarkan hadits Nabi riwayat Imam Ahmad tersebut ternyata Nabi menggambarkan bahwa periode keempat umat Islam bakal hidup ”tanpa khilafah”. Periode tersebut Nabi sebut sebagai periode Mulkan Jabbariyyan (Para Raja/Penguasa yang Memaksakan Kehendak). Saudaraku, periode itulah yang sedang kita lalui dewasa ini. Suatu periode dimana umat Islam tidak saja kehilangan person khalifah yang layak memimpin dan melindungi mereka, namun lebih jauh daripada itu mereka bahkan tidak lagi dinaungi oleh sistem pemerintahan Islam bernama Khilafah Islamiyyah. Inilah periode kepemimpinan Mulkan Jabbariyyan alias para penguasa yang memaksakan kehendak yang berarti mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya. Inilah periode dimana umat Islam Babak Belur..!! Inilah periode paling kelam dalam sejarah Islam. We are living in the darkest ages of the Islamic history…!!

    Kondisi di periode keempat ini menggambarkan dekadensi yang Nabi sebutkan dalam haditsnya sebagai berikut: “Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah shalat,” (HR Ahmad 45/134).

    Praktis dewasa ini segenap simpul dari ikatan Islam telah terurai seluruhnya. Sejak dari simpul hukum yang tercermin dengan runtuhnya tatanan Khilafah hingga banyaknya muslim yang dengan seenaknya meninggalkan kewajiban sholat tanpa rasa bersalah… Dewasa ini umat Islam merasakan suatu kehidupan jahiliyyah modern mirip dengan keadaan Nabi dan para sahabat pada periode pertama bagian awal yakni ketika mereka berjuang melawan kejahiliyyahan di kota Mekkah dan segenap jazirah Arab sebelum berhijrah ke Madinah.

    Saudaraku, betapapun pahitnya periode keempat ini, tidak selayaknya kita berputus asa apalagi sampai menerima sepenuhnya sistem yang diberlakukan fihak musuh Islam di fase ini. Tidak selayaknya kita kehilangan harapan bahwa sesungguhnya rumah sejati kita dapat dibangun kembali. Kita hendaknya menyadari bahwa urusan kepemimpinan merupakan giliran yang Allah taqdirkan akan senantiasa berubah-ubah di dalam kehidupan dunia fana ini. Adakalanya giliran kepemimpinan diberikan kepada umat Islam adakalanya diberikan kepada kaum kuffar. Yang penting al-wala (loyalitas) kita terhadap al-haq di satu sisi dan al-bara (penentangan) kita terhadap al-batil di lain sisi harus tetap kita pelihara terus.

    Sebab berdasarkan hadits periodisasi di atas kita temukan harapan dimana Nabi menyatakan bahwa periode keempat ini bukanlah periode terakhir sejarah umat Islam. Masih ada satu periode lagi yang kita akan jelang, yaitu periode kelima berjayanya kembali umat ini dengan tegaknya kembali Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti Manhaj/Sistem/Metode/Cara Kenabian). Umat Islam akan menyaksikan munculnya kembali para pemimpin sekaliber Khulafaur Rasyidin di akhir zaman. Umat Islam akan memiliki kembali rumah syar’i mereka Al-Khilafah Al-Islamiyyah, insyaAllah.

    Yang paling penting dewasa ini umat Islam harus memelihara kesabaran, istiqomah dan optimisme mereka akan masa depan. Dan yang lebih penting lagi ialah hendaknya mereka berjuang sebagaimana berjuangnya Nabi dan para sahabat di Mekkah sebelum adanya Daulah Islamiyah Madinah. Mereka berjuang dengan fokus utama pada kegiatan da’wah mengajak manusia sebanyaknya kepada way of life Diin Al-Islam, tarbiyyah mengkader para muslim untuk meningkat menjadi mukmin, muttaqin bahkan mujahidin. Mereka tidak sedikitpun berkompromi dengan nilai-nilai dan sistem jahiliyyah yang mendominasi saat itu. Mereka sibuk hanya menjalankan program berdasarkan arahan dan bimbingan wahyu Allah dan supervisi Nabi Muhammad.

    Saudaraku, marilah kita pastikan diri ikut dalam program menjemput datangnya periode kelima berdasarkan jalan yang dicontohkan Nabi dan para sahabatnya. Jangan hendaknya kita malah terlibat dalam program-program tawaran manusia yang sedang memimpin di babak keempat ini sambil menyangka dan meyakini bahwa itulah jalan untuk bisa mendatangkan kejayaan Islam. Tegaknya Khilafah tidak mungkin mengandalkan negosiasi-negosiasi di meja perundingan dengan kaum kuffar yang sedang mendominasi dunia dewasa ini. Atau mengharapkan jalannya laksana melewati taman-taman bunga indah, apalagi sekedar mengandalkan “permainan kotak suara”. Saudaraku, kembaliinya kejayaan Islam tentulah menuntut pengorbanan yang sangat boleh jadi mengakibatkan tetesan airmata bahkan darah karena harus menempuh jalan yang telah ditempuh Nabi dan para sahabatnya yaitu ad-Da’wah al-Islamiyyah, At-tarbiyyah Al-Harakiyyah dan Al-Jihadu fii Sabilillah.

    Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan hamba-hambaMu yang terdaftar ke dalam pasukan jihad Imam Mahdi. Ya Allah, berilah kami salah satu dari dua kebaikan ’isy kariiman (hidup mulia di bawah naungan SyariatMu) atau mut syahiidan (mati syahid). Amin.-

    (ihsan tandjung/http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/85-tahun-umat-islam-hidup-bak-gelandangan-tanpa-rumah.htm)

  72. gaza-ASLI Says:

    Politik Islam

    Politik Islam adalah aktifitas politik yang didasari oleh nilai/prinsip Islam, baik dari titik tolak (starting point),program, agenda, tujuan, sarana dan lainnya harus sesuai dengan petunjuk Islam. Oleh karenanya, di lapangan, politik Islam harus tampil beda dengan politik non Islam. Jika politik konvensional bisa menggunakan cara apa saja untuk mencapai tujuannya, maka politik Islam tidak boleh demikian. Ada variabel lain yang harus diperhatikan, seperti etika Islam, ketentuan hukum Islam dll.
    Pada prinsipnya politik Islam bertujuan untuk menggoalkan syari’at Islam sebagai sumber hukum tertinggi dalam tata hukum Nasional. Semua hukum dan peraturan yang berlaku di negeri itu harus mengacu kepada sumber hukum tertinggi (syari’at). Tidak boleh bertentangan dengannya. Jika ada pertentangan, maka peraturan/undang-undang itu batal dengan sendirinya. Politik yang tidak mempunyai misi seperti ini, tidak dapat digolongkan sebagai politik Islam.Sebab, politik bertujuan untuk mendapatkan kekuasaan. Dan yang diperjuangkan politik Islam, adalah tegaknya kekuasaan Islam yang berfungsi sebagai alat untuk menjalankan syari’at Islam. Karena banyak hukum-hukum syari’at yang tak dapat terlaksana tanpa dukungan kekuasaan. Seluruh ketentuan Hudud (fix penalty) dan ketentuan Pidana Islam secara umum tak dapat dilaksanakan tanpa kekuasaan. Pernikahanpun demikian, keberadaan penguasa sangat dibutuhkan. Dalam hadits disebutkan, Penguasa (sulthan) adalah wali bagi perempuan yang tidak mempunyai wali. Demikian juga dengan aspek hukum lainnya, perdata, dagang, pemerintahan, dll. Soal urgensi kekuasaan tak dapat dipungkiri siapapun yang memahami syari’at Islam secara benar. Contohnya zakat, siapakah yang memiliki otoritas untuk memungut zakat dari kaum aghniya’ (orang kaya), kalau bukan penguasa Islam? Selama ini perdebatan di tengah umat, apakah kekuasaan itu bagian Islam yang harus direbut dan diperjuangkan atau ia merupakan proses alamiah yang akan terwujud dengan sendirinya (dengan anugerah Allah Swt), tanpa diupayakan, setelahmana aqidah umat Islam menjadi kuat dan kokoh. Perdebatan itu tak kunjung berakhir, sehingga masing-masing kelompok umat mengambil jalan masing-masing sebagai kelanjutan dari idenya. Ada jama’ah Salafiyah, ada pula Ikhwan Muslimin (Mesir), Masyumi (Indonesia), PAS (Malaysia), Jemaat Islami (Pakistan), dll.
    Kelompok Salafi, menolak ikut campur dalam setiap persoalan politik apapun. Mereka fokus melakukan dakwah meluruskan akidah umat dan membasmi apa yang mereka anggap sebagai bid’ah. Bahkan politik adalah bid’ah dalam penilaian mereka. Sementara Ikhwan, Jemaat Islami, PAS dan Masyumi melihat politik adalah bagian dari Islam yang harus diperjuangkan setelah dirampas oleh kekuatan penjajah yang menguasai negeri-negeri Islam. Tapi terlepas dari perbedaan itu, semua umat sepakat akan kewajiban menjalankan hukum Allah, selain mereka yang termasuk kaum sekuler. Persoalan yang juga tak kunjung selesai diperdebatkan, bisakah syari’at diperjuangkan melalui sistem demokrasi yang ada sekarang? Sebagian kalangan umat Islam, seperti Hizbut Tahrir dan lainnya, berpendapat tak perlu ikut dalam pertarungan politik yang diciptakan oleh barat, karena sistem ini adalah permainan belaka, yang tidak menguntungkan perjuangan Islam. Kekuatan sekuler tidak pernah berlaku jujur dalam percaturan politik. Setiap kali kekuatan Islam akan memenangkan pertarungan, mereka akan melakukan apa saja untuk menjegalnya sehingga akhirnya kekuatan politik Islam tidak bakal pernah menuai kemenangan untuk berkuasa. Sebagai bukti, perjuangan politik Islam di Aljazair, kendatipun meraih suara terbesar dalam pemilu, tetapi akhirnya hasil pemilu dibekukan. FIS akhirnya gagal berkuasa. Di Turki, kekuatan politik Islam menang dalam pemilu, tetapi akhirnya militer melakukan intervensi, sehingga pihak Islam gagal berkuasa. Belajar dari pengalaman itu, beberapa kalangan Islam menganggap perjuangan politik dengan jalur demokrasi barat adalah pekerjaan sia-sia yang menghabiskan energi, waktu dan dana. Karena barat dan antek-anteknya tidak akan mendiamkan politik Islam untuk berkuasa. Mereka akan merongrongnya dengan menggunakan tangan militer, bila kekuatan sipil tidak mampu menghambatnya.
    Sementara pihak lain menganggap bahwa sistem demokrasi ini masih memberikan celah bagi tegaknya kekuasaan Islam kembali. Oleh karenanya sistem ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin, sebab jika tidak, ia akan dipakai oleh musuh Islam untuk memukul kekuatan Islam.
    Di Indonesia, belum pernah kekuatan politik Islam berhasil memegang kekuasaan tertinggi. Masjumi pernah menjadi partai besar meraih 20% suara, dan M.Natsir, tokohnya, menduduki jabatan sebagai Perdana Menteri Pertama RI. Namun perjuangan menegakkan syari’at oleh Masyumi secara all-out hanya sampai pada Piagam Jakarta, yang ujungnya juga gagal dilaksanakan,karena persekongkolan kaum sekuler. Lalu di era reformasi ini, belum kelihatan tanda-tanda penerapan syari’ah, karena perjuangan parpol-parpol Islam juga tampaknya setengah hati. Ada juga yang malu-malu menggunakan kata syari’at, karena takut dicap ‘teroris’. Mereka lupa bahwa perjuangan menegakkan syari’at jauh sebelum lahirnya cap ‘terorisme’. Dan kendatipun mereka mencari istilah lain (bukan kata ’syari’at’), bukan berarti mereka aman dari kejaran musuh-musuh Islam. Pertarungan antara kubu al-haq dan kubu al-batil tak kunjung berhenti, walaupun dengan merubah jargon-jargon yang sudah ada. Kegagalan dalam memperjuangkan syari’at di tingkat Nasional, memaksa untuk mengalihkan perjuangan ke kawasan yang lebih sempit, pada tingkat kabupaten/kota. Ada sejumlah kabupaten yang berhasil menelurkan perda-perda yang bernuansa syari’at, karena usaha keras dari kepala wilayah setempat dan didukung oleh DPR Daerahnya. Ada kabupaten Bulukumba di Sulsel dan Sumenep di Madura yang secara terang-terangan mengumumkan pelaksanaan Syari’at dalam peraturan daerahnya. Juga ada perda ’syari’ah’ di kota Tangerang dan di kota-kota lainnya.Inilah usaha-usaha kecil setelah gagal pada tingkat Nasional. Tapi sayang, jumlah daerah yang menyatakan kesiapannya menjalankan syari’at itu masih terlalu sedikit di banding yang lainnya. Padahal puluhan kabupaten/kota yang pilkadanya dimenangkan partai Islam, baik sebagai orang nomor 1 atau nomor 2. Tetapi mereka tidak mengangkat isu syariat sebagai agenda mereka. Entah apa sebabnya, wallahu a’lam.Mungkin karena pragmatisme tadi, menganggap isu syariat tidak populer lagi.Kegagalan itu disebabkan karena ketidakseriusan parpol Islam dalam berjuang dan lebih memikirkan kepentingan sempit partainya. Artinya dunia lebih mendapat tempat di hati mereka ketimbang idealisme perjuangan. Masyumi dulu mengedepankan idealisme itu daripada pertimbangan politik pragmatis. Itulah yang disebut dengan ‘politik Islam’. Sekarang Aceh seharusnya menjadi pilot project bagi perjuangan syari’at. Alangkah indahnya jika seluruh kalangan all-out membenahi penerapan syari’at di Aceh, agar menjadi pemikat bagi daerah lain, mulai dari perangkat hukumnya, sampai menjaga image positif terhadap syari’at. Bahkan tidak hanya parpol, juga ormas Islampun harus ikut bertanggung jawab terhadap pelaksanaan syariat di Aceh. Namun dalam kenyataan, pelaksanaan syari’at di Aceh seperti kurang mendapat dukungan dari parpol Islam sendiri. Parpol sibuk dengan agendanya sendiri seperti pilkada yang menelan energi dan dana, persiapan 2009. Hal itu terjadi di tengah upaya keras sejumlah LSM menggagalkan syariat di Aceh. Media di Aceh menggambarkan syariat di Aceh dengan image yang buruk. Berita-berita miring tentang pelaksanaan syariat dibesar-besarkan. Yang positifnya dipeti-eskan. Masyarakat Aceh haruslah bangkit melawan upaya pihak-pihak yang ingin merongrong syariat di Aceh, apalagi setelah peristiwa Tsunami, di mana cengkeraman asing tampak semakin kuat di Aceh. Dan mereka ini jelas berada di belakang upaya penggagalan pelaksanaan syariat di Aceh. Prilaku orang di jalan-jalan di kota Banda Aceh setelah Tsunami sudah jauh berubah dari waktu sebelum masuknya LSM-LSM asing. Akan kah syariat di Aceh bertahan setelah perubahan kepemimpinan atau malah akan terancam? Hari-hari ke depanlah yang akan menjawabnya. DR. Daud Rasyid, MA.

    http://daudrasyid.com/index.php?option=com_content&task=view&id=54&Itemid=31

  73. g a t Says:

    Assalamu’alaikum wr wb
    akh gaza yang dirahmati Allah.
    Saya awali dengan keyakinan, meski pendapat kita berbeda, kita tetap bersaudara dalam naungan iman kita.
    Insya Allah, membaca taujjih ust Anis dan ust Daud sama-sama mencerahkan. Saya percaya yang kita perlukan saat ini adalah kemampuan mengkreasikan aset untuk memberdayakan sesama muslim yang kurang beruntung.MAri akh gaza, sama-sama berjuang wujudkan kemampuan kreasi layaknya Abu Bakar ash Siddiq.
    Mengingat opini di komentar ini tidak pernah ditanggapi ust Anis, saya khawatir opini yang saya buat tidak pada tempatnya.
    Semoga kita dapat mengambil yang baik, dan menghindari yang tidak tepat. Insya Allah , Allah mudahkan kita mendapatkan hikmah.

    Wassalamu’alaikum wr wb

  74. gaza-ASLI Says:

    Ya Allah….
    Hanya Engkau lah tempat pengaduan kami terakhir…
    Berikanlah petunjuk kepada sodara-sodara kami Ya Allah, Kepada Qiyadah kami Ya Allah…
    Kuatkanlah hati-hati mereka, untuk senantiasa membela Syariat-MU…

    Ya Allah…
    Berikanlah kepada kami, pemimpin yang senantiasa takut pada-Mu Ya Allah..
    Pemimpin Istiqomah, Waro’, yang senatiasa sayang kepada kami Ya Allah…

    Ya Allah…
    Selamatkan lah kami di dunia dan di akhirat…

    Amin….

    Afwan Akh gat, kalo banyak kata yang tak berkenan…

  75. yasmin filistin Says:

    Bagaimanapun, kekeruhan jama’ah, kata Imam Ali bin Abi Thalib r.a., jauh lebih baik daripada kejernihan individu.

    PKS : Pilihan Kita Selamanya!

  76. abumuslim Says:

    Jika orang-orang bekerja dengan jerih payah sendiri dan tidak mengatasnamakan rakyat menikmati hidupnya tafaddhal, ahlan wa sahlan.
    namun jika orang yang diamanahkan oleh rakyat lalu menikmati “keringat” mereka untuk syahwat perut dan farjinya dan menumpuk kemewahan dunia, laisa minal islami fi syai’.
    Lebih baik orang-orang yang seperti ini jadi tukang semir sepatu dan menikmati hidupnya yang halalan thoyyiban.
    Bertaubatlah qiyadah-qiyadah yang tidak patut di contoh

  77. bismillah... Says:

    بسماللهالرحمنالرحيم
    masyaAlloh….!!ya akhi,itu semua adalah tanggung jawab kita,sekarang tugas kita adalah berdoa kepada Alloh swt,mohon hidayah utk kita,keluarga kita,umat seluruh alam!!karena hanya ditangan Alloh hidayah itu berada!”barang siapa diberi hidayah oleh Alloh maka tidak ada satu pun org didunia ini yg bisa menyesatkannya,barang siapa yg disesatkan oleh Alloh maka tidak ada satu pun orang didunia ini yg sanggup memberi hidayah”
    Walohul muwaffiq ilaa aqwamitthoriiq…

  78. cipluk Says:

    Assalamualaikum wr, wb

    Demi Alloh swt yg memegang jiwaku. pak Anis Apapun yg menjadi pertimbangan ketika PKS menyatakan diri mendukung SBY Berbudi hanya akan membuat partai ini semakin jauh dari jalan Alloh swt. Seharusnya kita sebagai muslim menyadari sepenuhnya bahwa selama pak sby memerintah tidak ada kemajuan yang berarti bagi umat islam. Bahkan kebijakan politik dan ekonominya cenderung mengikuti kaum kafir.

    Apa yg telah dilakukan PKS tgl 15 mei 2009 dengan mendukung pencapresan SBY berbudi melalui berbagai macam intrik memperlihatkan partai ini sudah mulai jauh dari jalan Alloh swt. pak anis seharusnya sadar bahwa berdakwah tidak harus berkuasa. PKS sebagai corong politik umat islam seharusnya memberikan contoh kepada umat islam bagaimana berpolitik islam yang benar. Dan seharusnya anda sebagai seorang yg diberi amanah hrs bersikap istiqomah dan zuhud, serta selalu memegang Al-quran dan hadist nabi SAW sebagai pedoman berpolitik.

    Pak anis dengan segala kerendahan hati sebaiknya anda mengundurkan diri sebagai sekjen PKS. InsyaAlloh PKS akan lebih baek.

    Wassalamualaikum wr wb

  79. asa namku Says:

    berlapang dada terhadap perbedaan bekerjasama dlm hal yg di sepakati.

  80. sukma Says:

    Boleh kaya tapi ingat: Semakin kaya semakin besar zakatnya. kaya, miskin gpp yang penting soleh dan muslih dan bahagia. Hidup semua. Tetap optimis dan berda’wah

  81. newbie Says:

    ampun deh punya qiyadah macam gini……mudah-mudahan virus anismisme ga nular ke jamaah ini….

  82. Sedang belajar Says:

    Assalamu’alaikum..
    Afwan sebelumnya, ana juga sedang belajar.
    Cobalah buka surat Fusshilat ayat:34.
    “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (keterangan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.”
    Alhamdulillah, banyak pelajaran yang dapat kita ambil baik dari tulisan Ustadz Annis maupun koreksi dan komentar dari pembaca.
    Afwan, mohon kalimatnya lebih diperhalus. Bukankah itu perintah Allah “Idfa’ billati hiya ahsan.”
    Ahsan loh, bukan hasan..
    Wallahu ‘alam bishshawab.

  83. heru Says:

    Ustadz Matre.

    Qiyadah…. nama keren untuk seseorang yang ternyata kerjanya cuma mengelus2 mobil orang.

    Kalo ini bener mungkin Nabi juga mengajarkan untuk mengelus2 onta orang (jaman Nabi belum ada mobil ‘kan??? Yang ada ya onta)

    Yang ada ontanya terangsang deh…

    AMPUUUNNNN dah…

  84. kampret Says:

    Situs ngentot

  85. faza Says:

    Aslkm, ust anis matta..great ikhwan,

Leave a Reply