Archive for May, 2008

PKS ADALAH MASA DEPAN….

Monday, May 5th, 2008

 

 

 

“Saya rasa antum tidak perlu taujih, visi misi sudah
jelas, kita hanya tinggal menunggu takdir baik kita di 2009”. Takdir
bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu yang kita
‘ikut’ ciptakan. Antara kehendak kita yang kita harapkan bertemu dengan
kehendak Allah.

2009
adalah tahun keajaiban bagi banyak orang, banyak orang-orang diluar PKS
mengatakan 20% terlalu besar untuk PKS. Ikhwah di DPP bilang: “hanya
keajaiban yang buat kita bisa dapat 20%”, saya bilang: “Maka keajaiban
itu harus kita wujudkan 2009 nanti. Bahkan, kalau 20% itu keajaiban,
maka kita ingin melampaui keajaiban itu. 20% adalah angka yang harus
kita lampaui akhi.”

Kita
adalah anak-anak muda. Anak-anak muda ada untuk menciptakan keajaiban,
partai ini bertugas untuk ciptakan keajaiban. 20% adalah tugas sejarah
untuk kita. Umar ibn Khotthob pernah mengatakan: “Setiap saya
menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda”

SBY
pernah ditanya: “kenapa minta didukung PKS?” jawabnya: “saya butuh
dukungan moril dari PKS” –beliau tahu, bahwa kita ini tidak bisa
diharapkan untuk dukungan dana, karena PKS gak punya duit.

Tahun ‘70-an Presiden Korsel Park Jung He ke aceh, dia lihat ayat Qur’an di sebelah Masjid Baiturrahman: “Innallaah laa yughoyyiru maa biqoumin, hatta yughoyyiru maa bi anfusihim” –beliau
bertanya; “artinya apa?”, “Tuhan tidak mengubah keadaan suatu kaum,
sampai kaum itu yang mengubah keadaannya sendiri”. Jadilah ayat itu
dicatat, kemudian dibawa ke Korsel untuk dijadikan slogan resmi
pemerintah; “Tuhan tidak mengubah keadaan Korea Selatan, sampai rakyat
Korea yang mengubah keadaannya sendiri”. Padahal hanya satu ayat tapi
luar biasa hasilnya sekarang. Kalau kita karena kebanyakan ayat, ada
6666, jadi bingung mau mulai dari mana.

Pendiri
republik ini adalah anak muda, hanya saja pemuda yang memulai dan
melaksanakan reformasi tidak memimpin reformasi. Ini yang salah. Ini
menimbulkan ketidakpastian, maka inilah tanggungjawab kita untuk
mengakhiri ketidakpastian. Mereka yang mengisi era pasca orba adalah
orang yang menghabiskan 30 tahun hidupnya di orde baru, ini dalam
bahasa manajemen disebut dismatch/diskontinu.

 

Karena Realitas Berubah, Tapi Pikiran Tidak Berubah.

 

Gaya
kepemimpinan yang ditawarkan PKS adalah egaliter, demokratis. Dalam
politik Indonesia belakangan, parpol tidak tawarkan sesuatu yang baru
bagi masyarakat, sehingga Soeharto bisa naik kembali menjadi presiden
Indonesia yang paling dicintai rakyatnya diantara presiden-presiden
republik ini yang pernah ada. Kami menyebut masa ini sebagai:
kepemimpinan nasional yang disconnecting dengan bangsanya
sendiri. Orde lama demokratis tetapi tidak sejahtera, sedangkan orde
baru sejahtera, tapi tidak demokratis. Maka, kita ingin padukan itu.
Demokratis dan Kesejahteraan dalam sebuah neraca yang seimbang.

 

Maka Kami Tegaskan, Bahwa 20% ini Bukanlah Angka, Tetapi Simbol Dari Tekad.

 

Ketika
Hasan Al Banna memulai dakwahnya di Mesir, saat itu Mesir masih dijajah
Inggris. Imam Syahid mengawali dengan 7 sasaran dakwah, dan poin ke-7
adalah Ustadziyatul ‘Alam. Sebuah cita-cita besar yang jauh melampaui
langkah kaki. Bangsa yang sedang dijajah ingin menjadi guru bagi
peradaban manusia? Ini menghasilkan utopia, yang mana orang-orang
bersahaja saat itu percaya bahwa hal ini bisa diwujudkan, meskipun
tidak pada masa mereka.

Hampir
seratus tahun kemudian, 80 tahun sekarang, IM menjadi jama’ah yang
legendaris karena cita-citanya jauh mendahului langkah kakinya. Karena
orang itu dipimpin bukan oleh seorang Al Banna, tetapi oleh ide-ide
besar.

Seorang
guru pernah membawa mangkuk besar kemudian diisi batu-batu besar sambil
bertanya pada murid-muridnya: “Apakah mangkuk ini sudah penuh?” –sudah,
jawab muridnya. Kemudian sang guru mengisi mangkuk itu dengan pasir,
dan pasir itu memenuhi sela antara batu-batu besar, kemudian sang guru
kembali bertanya: “Sudah penuhkah mangkuk ini?” –kali ini murid
terpecah menjadi dua; ada yang bilang sudah, ada yang bilang belum,
meskipun tidak tahu dimana belumnya. Kemudian guru itu menyiramkan air
ke dalam mangkuk, dan air itu pun membasahi pasir dan memenuhi mangkuk
itu sekali lagi.

Kemudian
guru itu mengambil mangkuk yang baru, dan diisinya dengan pasir,
sejenak kemudian ia berkata: “apakah mangkuk ini masih muat untuk batu2
besar ini?”-spontan para murid mengatakan :”tidak”, -“maka seperti
itulah kepala kita, jika kita isi dengan hal-hal yang kecil, maka ia
tidak akan pernah sanggup diisi oleh ide-ide besar. Fikirkanlah ide-ide
besar, maka hal yang kecil akan termuat dengan sendirinya.”

 

Lalu Kenapa PKS Harus Diberi Kesempatan Memimpin Republik ini?

 

Jawabannya
tidak ada kecuali karena satu hal: “Keadilan” ; karena jika kita sudah
melihat para pemimpin lain sudah pernah gagal, tolong beri satu
kesempatan pada kader-kader PKS untuk memimpin bangsa ini dan ikut
gagal bersamanya. Tapi jika kita bisa mengubah kegagalan itu? Kita
tidak butuh terima kasih dari Indonesia.

Islam dan keIndonesiaan harus menjadi satu, setiap jengkal wilayah teritorial republik ini adalah lahan dakwah kita. Islam dan keIndonesiaan ibarat isi dan kulit, ibarat makna dan kata.

Ini
adalah cerita kita sekarang, cerita bagaimana kita mulai sejarah
kemenangan dan menutupnya, cerita tentang bagaimana PKS menyiasati
semua keterbatasannya. Memenangkan pemilu 2009 adalah tugas sejarah
bagi PKS.

Jika
kita membayangkan layar komputer atau display HP di masa depan. Fitur
apakah yang kita inginkan terpampang sebagai fitur utama? Jika Layar
komputer dan display HP itu adalah Indonesia, maka kita ingin PKS
menjadi fitur utamanya.

 

PKS Adalah Fitur Masa Depan Indonesia.

 

Hal ini dikarenakan 2 hal : Ide besar dan great performance. Semua ini ada di PKS. Dan partai apapun yang mampu tawarkan solusi bagi Indonesia akan memimpin republik ini.

Banyak
orang makan, sampah akan banyak, sampah adalah problem. Partai yang
bisa memberikan solusi untuk sampah: adalah masa depan. 230 juta
penduduk Indonesia dan terus bertambah, membutuhkan lapangan kerja,
mengakibatkan pengangguran. Partai yang bisa memberikan solusi untuk
pengangguran: adalah masa depan.

 

PKS Adalah Simbol Dari Ide-ide Besar dan Kinerja-kinerja Besar.

 

Soekarno
mampu memimpin bangsa ini 20 tahun. Kenapa? Karena legendaris, berfikir
tidak seperti orang lain berfikir, Soekarno memikirkan revolusi.
Soeharto 32 tahun? Kenapa? Karena ide besar itu bernama pembangunan.
Kenapa para Presiden republik ini yang menjabat setelah reformasi hanya
bertahan 12-16 bulan? Karena mereka berfikiran pendek dan tak ada ”narasi besar” dalam fikiran mereka.

Penafsiran
tunggal bahwa reformasi adalah antitesis dari orde baru adalah
kesalahan. Orde lama dan baru memiliki kekurangan, sebagaimana mereka
juga memiliki kebaikan. PKS adalah matchmaker, PKS mensintesa
kebaikan-kebaikan periode sebelum reformasi. Kita mensintesa demokrasi
dan kesejahteraan. Demokrasi orde lama yang mengeliminsai
kesejahteraan, dan kesejahteraan orde baru yang mengeliminasi demokrasi.

 

Jika PKS Bisa Mewujudkan Sintesa Ini, Maka Kita adalah Masa Depan

 

PKS
menggabungkan orde lama yang adil tapi tidak makmur, dan orde baru yang
sejahtera tetapi tidak demokratis. Maka nama partai ini adalah Partai
Keadilan Sejahtera. Jika sekarang kita membuat program “PKS mendengar”,
sudah saatnya kita memulai ujung dari program ini, yaitu “PKS bicara”

Muhammad Iqbal dalam sebuah puisinya berkata:

Tuhan,

Ajarilah kami kembali ajaran tentang cinta.

Biar kami bisa kumpulkan lidi-lidi yang berserakan ini menjadi satu

 

Kita adalah Simbol Perekat yang Akan Memimpin Reformasi.

 

Lidi
kita adalah lidi yang bersih, tapi belum mampu bersihkan kotoran. Kita
harus bersatu dengan lidi lain yang meskipun masih kotor tapi kita
membentuk sapu lidi bersama. Itulah yang dituntut dari PKS sebenarnya,
tidak hanya bersih, tetapi juga membersihkan. Kenapa reformasi jalan di
tempat? Karena semua orang yang punya potensi tidak tahu dimana
tempatnya.

KPK
anggarannya 78 M setahun, tapi uang yang dikembalikan ke pemerintah
dari korupsi setahun 24 M. Kasus BI adalah uang 100 M, tetapi anggaran
untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan menstabilkan pasar akibat
skandal itu yang harus dikeluarkan BI adalah 5,5 M $. Padahal 100 M itu
hanya 10 juta $ paling banyak. Ini cara membunuh nyamuk dengan meriam.

Kita
selalu menjadi yang pertama di tempat bencana, tapi sendirian disana
tidaklah cukup, kita harus menjadi unsur perekat yang membuat seluruh
warga Indonesia peduli, itu baru cukup.

Berkumpul
tanpa dipimpin itu seperti kita hadir dalam sebuah dauroh atau acara
seperti ini, tempat sudah penuh, tapi tidak ada yang membuka dan
memimpin acara, tak ada yang dikerjakan bersama, semua hanya datang dan
berbicara diantara mereka tentang kebaikan dan kerja bersama.
Perkumpulan tersebut adalah sia-sia.

 

Maka Matchmaker Ini Harus Dibarengi Dengan Satu Kemampuan Lain: Inovator

 

Inovator
adalah berfikir lebih cepat. Fikiran kita mendahului langkah kita dan
langkah orang lain, bahkan langkah semua orang di republik ini. Seorang
ulama dakwah menyatakan : “Jika satu jama’ah itu hanya dipenuhi oleh
massa yang banyak, maka jama’ah itu akan punya jangkauan tangan dan
kaki yang panjang tapi jangkauan mata yang pendek, sehingga sering
tersandung dan jatuhlah jama’ah itu. Sebaliknya jika sebuah jama’ah itu
hanya punya massa yang sedikit, meskipun banyak intelektual maka
jama’ah itu akan memiliki jangkauan mata yang luas tetapi jangkauan
tangan yang pendek, sehingga hanya bisa berangan-angan tapi kemudian
bersedih”

Maka
Ibnu Qayyim mengatakan tidak boleh melihat akhwat, karena itu akan
mewariskan kesedihan. Pandangan mata akan diikuti hasrat, tetapi hasrat
diikuti ketidakberdayaan. Maka ia hanya akan mewariskan kesedihan.

Kita memiliki semua yang dibutuhkan masyarakat; massa besar, tertib, santun, militansi, visi misi, kesetiaan, ketaatan, semua.

Mengapa
Zhilal itu legendaris? Karena ia mengembalikan makna wahyu, bahwa
al-Qur’an diturunkan ayat demi ayat untuk menjawab setiap dimensi
kemanusiaan yang terjadi dikalangan sahabat. Bahwa wahyu selalu
mendahului langkah kaki para sahabat.

Dua tahun sebelum fathu makkah, Allah sudah menurunkan ayat: “inna fatahna …”
–jika sampai masanya kalian akan masuk baitullah dengan aman. DR. Said
Ramadhon al Buthi dalam Fiqhu Shirah menjelaskan bahwa pada saat ayat
tersebut diturunkan, mayoritas sahabat tidak tahu apa arti dari ayat
tersebut. Sampai mereka mengalaminya 2 tahun kemudian dan tersadar
bahwa Al-Qur’an telah mendahului mereka.

Perang
Uhud sudah diramalkan 1 tahun sebelumnya pada surah Al-Anfaal, Allah
sudah memperingatkan kaum muslimin agar tidak tergoda. Kenyataannya
setelah perang itu benar-benar terjadi dan menyebabkan Hamzah bin Abdul
Mutholib –paman nabi, Mush’ab bin Umair –sahabat yang sangat dicintai
Nabi, dan 70 sahabat syahid. Allah tidak kemudian menghinakan, tetapi
turun ayat “laa khoufu, walaa tahzanu…”

PKS
akan menjadi inovator hingga nanti di republik ini masyarakat
non-muslim akan mengatakan: “Perbedaan agama sudah tidak relevan
sekarang”, dan masyarakat Muslim akan mengatakan: “Memang andalah yang
menampilkan Wajah Islam dengan benar”

7 Kata kunci strategi
pemenangan pemilu 2009 tidak perlu dihafal sebagaimana antum hafalkan
al-Fatihah. Hanya butuh keyakinan & senyuman, kemudian rasakan aura
kemenangan dan sebarkan itu kepada para kader dakwah.

Itulah yang dirasakan
para sahabat yang berperang bersama Kholid bin Walid, mereka tidak
pernah bertanya strategi, taktik, tahapan seperti apa. Berperang
bersama akh Kholid saja itu sudah cukup. Begitulah semangat dengan
keyakinan.

Khalid bin Walid
ketika membebaskan Palestina diajak berunding oleh para pendeta,
pendeta itu tahu bahwa mengalahkan Khalid dalam peperangan adalah
mustahil, maka mereka berniat meracun Khalid bin Walid. Khalid tahu
persis itu yang para pendeta itu lakukan, akan tetapi Khalid tetap
meminum air beracun itu untuk mengatakan pada musuh Allah itu: ”Dengan
izin Allah, racun ini tidak akan membunuhku”, sambil membaca do’a yang
setiap hari kita baca dalam ma’tsurat: “Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi walaa fis samaa’ wahuwas samii’ul ‘aliim”

Di Afrika, semua rusa
bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak
berlari lebih kencang dari singa, maka mereka akan mati dimakan. Di
Afrika, semua singa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa
jika mereka tidak berlari lebih cepat dari rusa, maka mereka akan mati
kelaparan.

Di
Indonesia, semua petinggi partai lain bangun di pagi hari dengan satu
kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepat dari PKS, maka
konstituen mereka akan habis, dan PKS akan menang di 2009.

Kita
telah menyampaikan pesan pada mereka melalui ratusan pilkada di daerah,
bahwa setiap kita menang, kita memperolehnya dengan sarana yang
pas-pasan. Dan ketika mereka menang, mereka membayarnya dengan harga
yang terlalu mahal. Pesan itu telah jelas di kepala mereka:
“Pertarungan jangka panjang melawan PKS bukan suatu pekerjaan yang
mudah”. Dalam keadaan miskin saja mereka harus setengah mati kalahkan
kita apalagi jika keadaan kita besok lebih baik daripada sekarang ini?

Sekarang
ini pesan-pesan ini telah sampai, pasca Mukernas (di Bali) bahkan orang
partai lain sudah berfikir: “PKS sudah masuk kandang kita”. Top ten
media adalah Mukernas, 5 dari narasumber terbanyak yang dihubungi
selama pekan ini oleh media adalah PKS.

 

Dan Ini Semua Hanya ‘Isyarat Pendahuluan’.

 

Sejarah
seperti apa yang ingin kita tulis? Mari berimajinasi, saat 20, 30, 40
tahun lagi guru SD IT bercerita tentang sejarah hari ini kepada
cucu-cucu kita, “Dahulu kala.. ada sebuah partai..”. Maka ending cerita
ini jelas, bahwa 20% adalah tugas sejarah untuk kita.

Sepanjang
tahun saya selalu ditanya oleh Suara Pembaharuan dengan pertanyaan yang
sama: “Apakah anda ingin membuat partai lagi jika PKS tidak lolos ET?”,
maka saya menjawab: “jika 1999 kemarin kita tidak lolos kemudian kita
membentuk PKS, maka 2004 kami akan membentuk Partai Keadilan dan
Sejahtera dan Kebahagiaan, dan jika 2009 kita masih tidak lolos juga,
kami akan membentuk Partai Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan serta
Kehormatan”

 

Wa antum a’lamu inkuntum mukminiin,
kemudian pertanyaan itu sekarang berubah: “Apakah PKS siap memimpin
republik ini?”… kita menjawab: “20% adalah cerita yang kita buat hari
ini” ■

Orang-orang Romantis

Monday, May 5th, 2008

Qais sebenarnya tidak harus bunuh diri. Hidup tetap bisa dilanjutkan tanpa Layla. Tapi itulah masalahnya. Ia tidak sanggup. Ia menyerah. Hidup tidak lagi berarti baginya tanpa layla. Ia memang tidak minum racun. Atau gantung diri. Atau memutus urat nadinya. Tapi ia membiarkan dirinya tenggelam dalam duka sampai napas berakhir. Tidak bunuh diri. Tapi jalannya seperti itu.

Orang-orang romantis selalu begitu : rapuh. Bukan karena romantisme mengharuskan mereka rapuh. Tapi di dalam jiwa mereka ada bias besar. Mereka punya jiwa yang halus. Tapi kehalusan itu berbaur dengan kelemahan. Dan itu bukan kombinasi yang bagus. Sebab batasnya jadi kabur. Kehalusan dan kelemahan jadi tampak sama. Qais lelaki yang halus. Sekaligus lemah.

Kombinasi begini banyak membuat orang-orang romantis jadi sangat rapuh. Apalagi saat-saat menghadapi badai kehidupan. Misalnya ketika mereka harus berpisah untuk sebuah pertempuran. Maka cinta dan perang selalu hadir sebagai momen paling melankolik bagi orang-orang romantis. Mengerikan. Tapi tak terhindarkan. Berdarah-darah. Tapi tak terelakkan. Itu dunia orang-orang jahat. Dan orang-orang romantis datang kesana sebagai korban.

Begitu ruang kehidupan direduksi hanya ke dalam kehidupan mereka berdua dunia tampak sangat buruk dengan perang. Tapi kehidupan punya jalannya sendiri. Ada kaidah yang mengaturnya. Dan perang adalah niscaya dalam aturan itu. Maka terbentanglah medan konflik yang rumit dalam batin mereka. Dan orang-orang romantis yang rapuh itu selalu kalah. Itu sebabnya Allah mengancam orang-orang beriman : kalau mereka mencintai istri-istri mereka lebih dari cinta mereka pada jihad, maka Allah pasti punya urusan dengan mereka.

Tapi itulah persoalan inti dalam ruang cinta jiwa. Jika cinta jiwa ini berdiri sendiri, dilepas sama sekali dari misi yang lebih besar, maka jalannya memang biasanya kesana : romantisme biasanya mengharuskan mereka mereduksi kehidupan hanya ke dalam ruang kehidupan mereka berdua saja. Karena di sana dunia seluruhnya hanya damai. Di sana mereka bisa menyambunyikan kerapuhan atas nama kehalusan dan kelembitan jiwa. Itu sebabnya cinta jiwa selalu membutuhkan pelurusan dan pemaknaan dengan menyatukannya dengan cinta misi. Dari situ cinta jiwa menemukan keterahan dan juga sumber energi. Dan hanya itu yang memungkinkan romantisme dikombinasi dengan kekuatan jiwa. Maka orang-orang romantis itu tetap dalam kehalusan jiwanya sebagai pecinta, tapi dengan kekuatan jiwa yang tidak memungkinkan mereka jadi korban karena rapuh.

Ketika kabar syahidnya syekh Abdullah Azzam disampaikan kepada istri beliau, janda itu hanya menjawab enteng, Alhamdulillah, sekarang dia mungkin sudah bersenang-senang dengan para bidadari…