<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Bukan Karena Kita Menang Pemilu (Saja) Maka Kita Memimpin</title>
	<atom:link href="http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 17:31:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: MUHAMMAD</title>
		<link>http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-555</link>
		<dc:creator>MUHAMMAD</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 00:29:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-555</guid>
		<description>MENDESAK REFORMASI DPP-PKS
SAYA SEBAGAI SALAH SEORANG SIMPATISAN PKS YANG MENGIKUTI BERBAGAI SEPAKTERJANG SEKJEN SELAMA INI DAN KEKISRUHAN YANG TERJADI DI KALANGAN KADER PKS DAN DPP, MEMANDANG PERLU ADA REFORMASI DI TUBUH DPP. SALAH SATU PIHAK YANG HARUS DILENGSERKAN ADALAH SEKJEN. TIGA KALI KEPRESIDENAN PKS, SEKJEN TIDAK PERNAH DIGANTI. APA ALASANNYA YANG BISA DISAMPAIKAN KEPADA KADER DAN SIMPATISAN? APAKAH ITU KARENA DIA YANG PALING HEBAT DAN TIDAK ADA KADER YANG LEBIH BAIK ATAU PUNYA KEMAMPUAN YANG SAMA? TIGA KALI MENJABAT SUDAH TIDAK SEHAT. DAN PEROLEHAN SUARA YANG JAUH DARI TARGET 20% YANG DIAMANATKAN OLEH DEWAN SYURO DAPAT MENJADI ENTRY-POINT WALAU DENGAN SEGALA INOVASI TIM PEMENANGAN PEMILU YANG DIKOMANDOI SAUDARA SEKJEN YANG KONTROVERSIAL. HAL INI DAPAT DIJADIKAN SALAH SATU ALASAN UTAMA EVALUASI BESAR TERHADAP SEKJEN DAN TIMNYA.
KEDUA, BUKANKAH POSISI SEKJEN YANG JUGA MERANGKAP JABATAN SEBAGAI WAKIL RAKYAT MENJADIKANNYA TIDAK FOKUS BEKERJA, APALAGI SEKARANG KEMBALI MENDUDUKI WAKIL RAKYAT. SUDAH SAATNYA SAUDARA SEKJEN MUNDUR ATAU DIMUNDURKAN? MAMPUKAN DPP/MAJLIS SYURONYA MELAKUKAN HAL INI DEMI PERBAIKAN PKS KE DEPAN SEHINGGA HILANG ANGGAPAN DI TENGAH KADER DAN SIMPATISAN BAHWA SAUDARA SEKJEN MENJADI PIHAK YANG ‘THE UNTOUCHABLE’ KARENA BERNAUNG DI BAWAH KETIAK KETUA DEWAN SYURO.
TERIMA KASIH,
WASSALAM,

MUHAMMAD IZZUDDIN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MENDESAK REFORMASI DPP-PKS<br />
SAYA SEBAGAI SALAH SEORANG SIMPATISAN PKS YANG MENGIKUTI BERBAGAI SEPAKTERJANG SEKJEN SELAMA INI DAN KEKISRUHAN YANG TERJADI DI KALANGAN KADER PKS DAN DPP, MEMANDANG PERLU ADA REFORMASI DI TUBUH DPP. SALAH SATU PIHAK YANG HARUS DILENGSERKAN ADALAH SEKJEN. TIGA KALI KEPRESIDENAN PKS, SEKJEN TIDAK PERNAH DIGANTI. APA ALASANNYA YANG BISA DISAMPAIKAN KEPADA KADER DAN SIMPATISAN? APAKAH ITU KARENA DIA YANG PALING HEBAT DAN TIDAK ADA KADER YANG LEBIH BAIK ATAU PUNYA KEMAMPUAN YANG SAMA? TIGA KALI MENJABAT SUDAH TIDAK SEHAT. DAN PEROLEHAN SUARA YANG JAUH DARI TARGET 20% YANG DIAMANATKAN OLEH DEWAN SYURO DAPAT MENJADI ENTRY-POINT WALAU DENGAN SEGALA INOVASI TIM PEMENANGAN PEMILU YANG DIKOMANDOI SAUDARA SEKJEN YANG KONTROVERSIAL. HAL INI DAPAT DIJADIKAN SALAH SATU ALASAN UTAMA EVALUASI BESAR TERHADAP SEKJEN DAN TIMNYA.<br />
KEDUA, BUKANKAH POSISI SEKJEN YANG JUGA MERANGKAP JABATAN SEBAGAI WAKIL RAKYAT MENJADIKANNYA TIDAK FOKUS BEKERJA, APALAGI SEKARANG KEMBALI MENDUDUKI WAKIL RAKYAT. SUDAH SAATNYA SAUDARA SEKJEN MUNDUR ATAU DIMUNDURKAN? MAMPUKAN DPP/MAJLIS SYURONYA MELAKUKAN HAL INI DEMI PERBAIKAN PKS KE DEPAN SEHINGGA HILANG ANGGAPAN DI TENGAH KADER DAN SIMPATISAN BAHWA SAUDARA SEKJEN MENJADI PIHAK YANG ‘THE UNTOUCHABLE’ KARENA BERNAUNG DI BAWAH KETIAK KETUA DEWAN SYURO.<br />
TERIMA KASIH,<br />
WASSALAM,</p>
<p>MUHAMMAD IZZUDDIN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu Alham</title>
		<link>http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-552</link>
		<dc:creator>Abu Alham</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 23:39:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-552</guid>
		<description>Assalammu'alaikum wr.wb. Ustadz, sebagai konstituen PKS yang telah memilih PKS sejak 1999 9sejak masih bernama PK), ana minta pertanggungjawaban antum. Bagaimana mungkin PKS mendukung SBY-Boediono yang notabene telah menjadikan PKS seabgai tukang cucui piring kesalahannya seloama 5 tahun dan juga Boediono yg antek neoliberalisme? Semalam di TVone, di Bandung, waktu deklarasi SBY Berboedi, boss JIL dan teater Utan Kayu Goenawan Mohammad dan Rizal Mallarangeng (Freedom Institute) begitu semangat mendukung Boediono. Bagaimana ini? Salah satu pasti tertipu. gerakan dakwah atau gerakan JIL?Tak mungkin air bercampur minyak.

saya ingat ketika Gus Dur naik jadi presiden termasuk didukung PK. Saat itu Ustadz Ihsan tanjung menulis bahwa ketika Gus Dur jadi presiden, semua kalangan bersorak. kalangan aktivis dakwah gembira karena tokoh yang dianggap kiai jadi presiden.Sementara kalangan Yahudi --karena Gus Dur juga anggota Shimon Peres Institute-- bertepuk tangan girang. Beliau lantas menuliskan bahwa salah satu pasti tertipu.Dan benar. Ummat Islamlah yg tertipu.Gus Dur ternyata sangat liberal bahkan bermaksud membuka hubungan diplomatik dgn Israel. Banyak lagi perkataannya yg menyakitkan ummat Islam hingga kini.

SBY pun , mungkin ustadz lebih tahu, diam-diam via Menlu Wirayudha melakukan kontak dengan Israel.Berita sudha terendus media massa. Wahai ustadz Anis, suara ummat islam yg di PKS bukan komoditas tapi amanah yg akan dipertanggungjawabkan antum di yaumil akhir.

walllahu a'lam bisshawwab.

wassalam,

Abu Alham</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammu&#8217;alaikum wr.wb. Ustadz, sebagai konstituen PKS yang telah memilih PKS sejak 1999 9sejak masih bernama PK), ana minta pertanggungjawaban antum. Bagaimana mungkin PKS mendukung SBY-Boediono yang notabene telah menjadikan PKS seabgai tukang cucui piring kesalahannya seloama 5 tahun dan juga Boediono yg antek neoliberalisme? Semalam di TVone, di Bandung, waktu deklarasi SBY Berboedi, boss JIL dan teater Utan Kayu Goenawan Mohammad dan Rizal Mallarangeng (Freedom Institute) begitu semangat mendukung Boediono. Bagaimana ini? Salah satu pasti tertipu. gerakan dakwah atau gerakan JIL?Tak mungkin air bercampur minyak.</p>
<p>saya ingat ketika Gus Dur naik jadi presiden termasuk didukung PK. Saat itu Ustadz Ihsan tanjung menulis bahwa ketika Gus Dur jadi presiden, semua kalangan bersorak. kalangan aktivis dakwah gembira karena tokoh yang dianggap kiai jadi presiden.Sementara kalangan Yahudi &#8211;karena Gus Dur juga anggota Shimon Peres Institute&#8211; bertepuk tangan girang. Beliau lantas menuliskan bahwa salah satu pasti tertipu.Dan benar. Ummat Islamlah yg tertipu.Gus Dur ternyata sangat liberal bahkan bermaksud membuka hubungan diplomatik dgn Israel. Banyak lagi perkataannya yg menyakitkan ummat Islam hingga kini.</p>
<p>SBY pun , mungkin ustadz lebih tahu, diam-diam via Menlu Wirayudha melakukan kontak dengan Israel.Berita sudha terendus media massa. Wahai ustadz Anis, suara ummat islam yg di PKS bukan komoditas tapi amanah yg akan dipertanggungjawabkan antum di yaumil akhir.</p>
<p>walllahu a&#8217;lam bisshawwab.</p>
<p>wassalam,</p>
<p>Abu Alham</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muhsin</title>
		<link>http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-547</link>
		<dc:creator>muhsin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 17:20:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-547</guid>
		<description>pemimpin tidak sll memimpin terkadang pemimpin juga perlu di pimpin oleh Rakyat itu sendiri...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pemimpin tidak sll memimpin terkadang pemimpin juga perlu di pimpin oleh Rakyat itu sendiri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: llyas</title>
		<link>http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-543</link>
		<dc:creator>llyas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 07:31:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-543</guid>
		<description>Assalamu'alaikum. wr. wb

Selalu, hal besar hanya lahir dari orang yang mampu berpikir besar--tidak hanya di tataran konsep tapi juga membawanya ke ranah realita.

Saya sebagai orang kader pada dasarmya setuju--dan begitulah seharusnya, setidaknya dalam pendapat saya--dengan ide besar ini. Dan menurut saya semua yang berpikir tentang kemenangan dakwah dengan tetap mengedepankan metode 'down to earth' (baca: waqi'ul ummah), serta pola pikir strategis yang bukan sporadis--atau spontanitas--mau tidak mau 'manut' juga dengan ide ini.

Permasalahannnya begini Ustadz, sama seperti yang saudara Adi sampaikan terlalu besar gap terkait paradigma bergerak antara para pemikir dengan pekerja di lapangan. Dengan kata lain, konsep besar ini demikian tidak jelasnya di mata para pekerja lapangan (baca kader2, jundi2 antum, of course not at all, but mostly). Bukan karena materi konsep yang tidak jelas, melainkan distribusi materi tadi yang kelihatannya menglami permasalahan serius (atau memang tidak harus semua mengerti hal ini? atau bagaimana? Saya tidak tahu).

Barangkali ustadz ada saran khususnya tentang bagaimana cara menyelaraskan pemahaman ini. Bagaimanapun, ketika pengemudi mobil ingin menjadi pertama sampai finish, haruslah didukung oleh komponen2 mobil yang memadai atau setidaknya kemampuan pegemudi untuk mengakomodir berbagai keterbatasan yang ada menjadi kekuatan untuk menang. 

Dalam pikiran saya barangkali perlu juga untuk sama2 dipahami dan diakui bahwa Ustadz adalah seseorang dengan basic skil dan experience yang higher (bahkan mungkin untuk sebagian orang they may say: too high, too fast) dibanding kader-kader. Ini tentu bukan aib apalagi penyakit, jika kita berpikir jernih. 

Namun tadi, ketidakselarasan atau persamaan pol apikir dalam bergerak kelihatannya bisa mengantarkan sebuah emas 'teronggok' di tumpukan sampah, hanya karena penjual dan pembeli have their own perception.

Demikian komentar saya sudi kiranya Ustadz berkenan menanggapi komentar saya ini,  khususnya untuk dua paragraf sebelum ini.

Wassalamu'alaikum wr. wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum. wr. wb</p>
<p>Selalu, hal besar hanya lahir dari orang yang mampu berpikir besar&#8211;tidak hanya di tataran konsep tapi juga membawanya ke ranah realita.</p>
<p>Saya sebagai orang kader pada dasarmya setuju&#8211;dan begitulah seharusnya, setidaknya dalam pendapat saya&#8211;dengan ide besar ini. Dan menurut saya semua yang berpikir tentang kemenangan dakwah dengan tetap mengedepankan metode &#8216;down to earth&#8217; (baca: waqi&#8217;ul ummah), serta pola pikir strategis yang bukan sporadis&#8211;atau spontanitas&#8211;mau tidak mau &#8216;manut&#8217; juga dengan ide ini.</p>
<p>Permasalahannnya begini Ustadz, sama seperti yang saudara Adi sampaikan terlalu besar gap terkait paradigma bergerak antara para pemikir dengan pekerja di lapangan. Dengan kata lain, konsep besar ini demikian tidak jelasnya di mata para pekerja lapangan (baca kader2, jundi2 antum, of course not at all, but mostly). Bukan karena materi konsep yang tidak jelas, melainkan distribusi materi tadi yang kelihatannya menglami permasalahan serius (atau memang tidak harus semua mengerti hal ini? atau bagaimana? Saya tidak tahu).</p>
<p>Barangkali ustadz ada saran khususnya tentang bagaimana cara menyelaraskan pemahaman ini. Bagaimanapun, ketika pengemudi mobil ingin menjadi pertama sampai finish, haruslah didukung oleh komponen2 mobil yang memadai atau setidaknya kemampuan pegemudi untuk mengakomodir berbagai keterbatasan yang ada menjadi kekuatan untuk menang. </p>
<p>Dalam pikiran saya barangkali perlu juga untuk sama2 dipahami dan diakui bahwa Ustadz adalah seseorang dengan basic skil dan experience yang higher (bahkan mungkin untuk sebagian orang they may say: too high, too fast) dibanding kader-kader. Ini tentu bukan aib apalagi penyakit, jika kita berpikir jernih. </p>
<p>Namun tadi, ketidakselarasan atau persamaan pol apikir dalam bergerak kelihatannya bisa mengantarkan sebuah emas &#8216;teronggok&#8217; di tumpukan sampah, hanya karena penjual dan pembeli have their own perception.</p>
<p>Demikian komentar saya sudi kiranya Ustadz berkenan menanggapi komentar saya ini,  khususnya untuk dua paragraf sebelum ini.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Epy</title>
		<link>http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-540</link>
		<dc:creator>Epy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 17:20:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-540</guid>
		<description>Ustadz Anis.

Antum adl Pemikir dan Ideolog PKS yg mengkombinasikan pola pemikiran Islam dan Barat dlm upaya mencari solusi dan mengantisipasi masalah kekinian negri ini.Teori yg antum bangun terkesan jauh melintasi batas2 Dogmatis Sifatnya antar 3 Ideologi yg ada yaitu Islam (Konsep Fundamental dan Titik Tolak pertama Harakah)-Nasionalisme(Realita Kekinian yg bersifat lokal dlm lingkup Nation State)-Barat(Realita kekinian yg bersifat Dominative dan mundial).Kegelisahan antum dlm melihat negri ini dan pemain2 didalamnya seakan telah menjebak antum utk berpikir dlm mind set yg penuh dg pertimbangan rasionalitas,berbasiskan azas manfaat yg ada serta metode meminimalisir pertentangan ideologis.Padahal pertentangan Ideologis adl sesuatu yg aksiomatik sifatnya dan inheren dlm persaingan ideologi yg ada.Jebakan ini semakin terasa ketika antum melihat sejarah politik islam negri ini sbg catatan kelam atas idealisme yg selalu saja mencerminkan kegagapan para politisi islam berhadapan dg kerealitaan.Hubungan antara State-Civil Society-Market adl Format barat yg lahir dr rahim kapitalisme.Dlm Kapitalisme Tidak ada ruang bagi Barat dlm menganalisis sebuah permasalahan sosial kecuali harus dilibatkannya perhitungan yg terkait dg Uang,Kapitalisasinya serta pengaruhnya thd kekuasaan. Shg semua pembicaraan yg terkait dg struktur sosial kemasyarakatan ini haruslah mengacu kpd pertimbangan terhadap arus finansial yg berputar thd poros masyarakat ini. Keadaan semakin rumit dan tdk terkendali ketika basis rasionalitas yg berbalutkan paradigma berpikir luas ini semakin meninggalkan warna ke-Rabbaniyyah-an yg menjadi dasar bentuk pengakuan kelemahan manusia atas pikirannya sendiri. Semoga Antum  tdk terjebak dlm pola pikir yg sangat mengandalkan kekuatan hipotesa yg bersifat etnosentrisme barat dan meninggalkan pertimbangan Rabbaniyyah. Wassalam -Surat dr Sahabat -</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustadz Anis.</p>
<p>Antum adl Pemikir dan Ideolog PKS yg mengkombinasikan pola pemikiran Islam dan Barat dlm upaya mencari solusi dan mengantisipasi masalah kekinian negri ini.Teori yg antum bangun terkesan jauh melintasi batas2 Dogmatis Sifatnya antar 3 Ideologi yg ada yaitu Islam (Konsep Fundamental dan Titik Tolak pertama Harakah)-Nasionalisme(Realita Kekinian yg bersifat lokal dlm lingkup Nation State)-Barat(Realita kekinian yg bersifat Dominative dan mundial).Kegelisahan antum dlm melihat negri ini dan pemain2 didalamnya seakan telah menjebak antum utk berpikir dlm mind set yg penuh dg pertimbangan rasionalitas,berbasiskan azas manfaat yg ada serta metode meminimalisir pertentangan ideologis.Padahal pertentangan Ideologis adl sesuatu yg aksiomatik sifatnya dan inheren dlm persaingan ideologi yg ada.Jebakan ini semakin terasa ketika antum melihat sejarah politik islam negri ini sbg catatan kelam atas idealisme yg selalu saja mencerminkan kegagapan para politisi islam berhadapan dg kerealitaan.Hubungan antara State-Civil Society-Market adl Format barat yg lahir dr rahim kapitalisme.Dlm Kapitalisme Tidak ada ruang bagi Barat dlm menganalisis sebuah permasalahan sosial kecuali harus dilibatkannya perhitungan yg terkait dg Uang,Kapitalisasinya serta pengaruhnya thd kekuasaan. Shg semua pembicaraan yg terkait dg struktur sosial kemasyarakatan ini haruslah mengacu kpd pertimbangan terhadap arus finansial yg berputar thd poros masyarakat ini. Keadaan semakin rumit dan tdk terkendali ketika basis rasionalitas yg berbalutkan paradigma berpikir luas ini semakin meninggalkan warna ke-Rabbaniyyah-an yg menjadi dasar bentuk pengakuan kelemahan manusia atas pikirannya sendiri. Semoga Antum  tdk terjebak dlm pola pikir yg sangat mengandalkan kekuatan hipotesa yg bersifat etnosentrisme barat dan meninggalkan pertimbangan Rabbaniyyah. Wassalam -Surat dr Sahabat -</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: liza</title>
		<link>http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-443</link>
		<dc:creator>liza</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 04:33:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-443</guid>
		<description>sepakat....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sepakat&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iwan</title>
		<link>http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-367</link>
		<dc:creator>iwan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 04:46:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-367</guid>
		<description>tidak ada masalah dengan kaderisasi, kalau kita tetap bekerja. Ada kekurangan disana-sini? justru itu tantangan untuk diperbaiki. kader harus terbiasa untuk meningkatkan kapasitas, shg paparan ust dpt antm cerna dg baik. jadi..mari bekerja, menjaga asholah bukan berarti kita harus kembali ke masa lalu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tidak ada masalah dengan kaderisasi, kalau kita tetap bekerja. Ada kekurangan disana-sini? justru itu tantangan untuk diperbaiki. kader harus terbiasa untuk meningkatkan kapasitas, shg paparan ust dpt antm cerna dg baik. jadi..mari bekerja, menjaga asholah bukan berarti kita harus kembali ke masa lalu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: trz</title>
		<link>http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-330</link>
		<dc:creator>trz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 16:28:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-330</guid>
		<description>Nice Site layout for your blog. I am looking forward to reading more from you.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nice Site layout for your blog. I am looking forward to reading more from you.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cipel</title>
		<link>http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-244</link>
		<dc:creator>cipel</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 06:41:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-244</guid>
		<description>Basmillah...

ulasan ustadz sgt menarik, seperti halnya pengalaman ana waktu mengikuti seminar antum di Malang yg dipanelkan dg ustadz dr HTI dl, dari segi kafaah antm sll bisa mengungguli pemateri2 lain dan komprehensif.

sayangnya antm sering membuat strategi dakwah yg endingnya tak terselesaikan hanya dalam batasan wacana "BESAR" malah membuat kader gelisah dan tdk membumi.

mungkin dah terlalu banyak masukan dari para kader unt mengingatkan antm, tp show must go on ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Basmillah&#8230;</p>
<p>ulasan ustadz sgt menarik, seperti halnya pengalaman ana waktu mengikuti seminar antum di Malang yg dipanelkan dg ustadz dr HTI dl, dari segi kafaah antm sll bisa mengungguli pemateri2 lain dan komprehensif.</p>
<p>sayangnya antm sering membuat strategi dakwah yg endingnya tak terselesaikan hanya dalam batasan wacana &#8220;BESAR&#8221; malah membuat kader gelisah dan tdk membumi.</p>
<p>mungkin dah terlalu banyak masukan dari para kader unt mengingatkan antm, tp show must go on ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jacob Junian</title>
		<link>http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-234</link>
		<dc:creator>Jacob Junian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 14:37:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anismatta.blog.friendster.com/2008/06/bukan-karena-kita-menang-pemilu-saja-maka-kita-memimpin/#comment-234</guid>
		<description>Assalamu'alaikum

Saya senang dengan tulisan2 antum. Hanya saja, mungkin tingkat pemahaman terhadap itu perlu lebih diperdalam lagi ya.. Seperti yang terjadi belakangan ini. Kenapa tidak secara bertahap saja ustadz penerapannya? Apa ini yang termasuk antum maksud "celah sejarah"?

Saya mulai berpikir, bahwasanya dengan dibentuknya partai, sebagai wadah (wajihah) dan sekarang sekaligus menjadi jamaah, sudah memang dipikirkan para qiyadah jauh-jauh hari memang untuk menyongsong mihwar dauli ini. 

Benar tidak asumsi saya ini?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum</p>
<p>Saya senang dengan tulisan2 antum. Hanya saja, mungkin tingkat pemahaman terhadap itu perlu lebih diperdalam lagi ya.. Seperti yang terjadi belakangan ini. Kenapa tidak secara bertahap saja ustadz penerapannya? Apa ini yang termasuk antum maksud &#8220;celah sejarah&#8221;?</p>
<p>Saya mulai berpikir, bahwasanya dengan dibentuknya partai, sebagai wadah (wajihah) dan sekarang sekaligus menjadi jamaah, sudah memang dipikirkan para qiyadah jauh-jauh hari memang untuk menyongsong mihwar dauli ini. </p>
<p>Benar tidak asumsi saya ini?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
